BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Persentase penduduk miskin Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, tercatat 6,06 persen pada kondisi Maret 2025 menurut Badan Pusat Statistik, dan itu masih angka terbaru yang tersedia per September 2026, setara 25,88 ribu jiwa. Angka itu turun dari 6,71 persen pada Maret 2024 dan 7,22 persen pada Maret 2023, dan tetap menempatkan Bulukumba pada urutan keenam terendah dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Dua dari tiga angka itu sudah pernah dimuat Rubrik.co.id. Pada pemaparan indikator makro BPS Bulukumba 28 Oktober 2024, Kepala BPS Kabupaten Bulukumba Herbudiman Suandy menyebut kemiskinan Bulukumba 6,71 persen per Maret 2024, turun dari 7,22 persen pada 2023, dengan peringkat keenam terendah yang sama. Yang ditambahkan halaman ini adalah rilis sesudahnya, kondisi Maret 2025, beserta apa yang berubah dan apa yang tidak.

Tiga Bulan Maret Berturut-turut
Seri kabupaten dan kota yang diterbitkan BPS adalah kondisi Maret setiap tahun, bukan rata-rata setahun. Penyebutan bulan itu bukan detail tambahan: BPS juga menerbitkan seri September untuk tingkat nasional dan provinsi, dan kedua seri itu tidak bisa dicampur dalam satu perbandingan.
| Kondisi | Penduduk miskin Bulukumba (persen) | Jumlah (ribu jiwa) | Peringkat terendah dari 24 kabupaten/kota | Sulawesi Selatan (persen) |
|---|---|---|---|---|
| Maret 2023 | 7,22 | 30,65 | 6 | – |
| Maret 2024 | 6,71 | – | 6 | – |
| Maret 2025 | 6,06 | 25,88 | 6 | 7,60 |
Sumber: baris Maret 2025 ditarik Rubrik.co.id dari tabel Persentase Penduduk Miskin (P0) Menurut Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan dan tabel Jumlah Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan terbitan BPS Provinsi Sulawesi Selatan, keduanya pemutakhiran 22 September 2025 dan diperiksa 26 September 2026. Baris Maret 2023 dan Maret 2024 dikutip dari pemaparan Kepala BPS Kabupaten Bulukumba sebagaimana dimuat Rubrik.co.id pada 28 Oktober 2024. Tanda – berarti angkanya tidak tercantum pada sumber yang dipakai, bukan nol: kedua tabel provinsi di atas hanya memuat satu kolom tahun, yaitu 2025. Peringkat dihitung Rubrik.co.id dari daftar lengkap 24 kabupaten dan kota pada tabel yang sama.
Peringkat yang tidak bergerak.
Persentasenya turun 1,16 poin dalam dua tahun, tetapi posisinya tetap keenam. Penjelasannya ada pada lima daerah di atasnya, yang ikut turun: Makassar 4,43 persen, Parepare 4,44 persen, Sidenreng Rappang 4,91 persen, Luwu Timur 5,79 persen, dan Wajo 5,86 persen pada Maret 2025. Tepat di bawah Bulukumba ada Gowa 6,64 persen dan Soppeng 6,65 persen, jarak yang tipis. Persentase tertinggi di provinsi ini dipegang Pangkajene dan Kepulauan dengan 11,60 persen.
Di antara tetangga terdekatnya, Bulukumba yang terendah: Sinjai 7,41 persen, Bantaeng 7,68 persen, Kepulauan Selayar 10,61 persen, dan Jeneponto 11,42 persen. Meski begitu, jumlah penduduk miskin Bulukumba yang 25,88 ribu jiwa lebih besar daripada Bantaeng 14,74 ribu dan Kepulauan Selayar 14,77 ribu, dua daerah yang persentasenya justru lebih tinggi, karena penduduk Bulukumba jauh lebih banyak.
Jangan Hitung Ulang Sendiri Persentasenya
Persentase dan jumlah pada tabel di atas diterbitkan BPS sebagai sepasang hasil estimasi dengan basis penduduk milik BPS sendiri untuk kondisi Maret. Basis itu berbeda dari angka administratif 485.008 jiwa maupun dari proyeksi pertengahan tahun 463,2 ribu jiwa yang dimuat halaman kependudukan. Akibatnya, membagi 25,88 ribu dengan salah satu angka penduduk itu tidak menghasilkan 6,06 persen, melainkan sekitar 5,3 sampai 5,6 persen. Selisih itu bukan tanda ada angka yang keliru, melainkan tanda bahwa kedua nilai harus dibaca apa adanya dari tabel yang sama dan tidak dihitung silang antartabel.
Garis kemiskinan yang dipakai BPS juga berupa nilai rupiah pengeluaran per kapita per bulan yang berbeda antarkabupaten, sehingga persentase dua daerah tidak berarti keranjang konsumsi yang sama.
Indeks Pembangunan Manusia Berhenti di Angka 2024
Pada indikator kedua, tabel provinsi belum bergerak sejauh itu. Tabel Indeks Pembangunan Manusia BPS Provinsi Sulawesi Selatan, pemutakhiran 2 Desember 2024, hanya memuat satu kolom tahun, yaitu 2024, dengan nilai 71,97 untuk Bulukumba. Nilai itu di bawah rata-rata provinsi yang 74,05 dan berada pada urutan ke-13 dari 24 kabupaten dan kota. Makassar tertinggi dengan 83,90, Jeneponto terendah dengan 66,38.
Angka itu perlu diberi catatan terbuka. Pada pemaparan 28 Oktober 2024 yang sama, BPS Kabupaten Bulukumba menyebut IPM Bulukumba 73,64 untuk 2023 dan menempatkannya pada urutan ke-9, setelah 72,02 pada 2021 dan 72,75 pada 2022. Nilai 71,97 untuk 2024 lebih rendah daripada angka 2023 itu, padahal rata-rata provinsi bergerak naik. Rubrik.co.id tidak bisa memastikan apakah selisih tersebut penurunan sungguhan atau akibat perubahan cara BPS menyusun indeksnya, karena tabel provinsi yang tersedia tidak memuat kolom 2023 sebagai pembanding. Keduanya dimuat di sini apa adanya beserta sumber dan tahunnya.
IPM menggabungkan umur harapan hidup saat lahir, harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah, serta pengeluaran per kapita yang disesuaikan, menjadi satu nilai berskala 0 sampai 100. Karena digabung, pergerakan satu dimensi bisa tertutup oleh dimensi lain, dan BPS tidak menerbitkan IPM untuk tingkat kecamatan. Gambaran yang lebih dekat ke lapangan harus dirangkai dari data layanan, misalnya sebaran 21 puskesmas, daftar SMA, SMK, serta MA negeri, dan enam perguruan tinggi yang masih aktif. Sisi produksi daerahnya dibahas terpisah pada PDRB per kapita Bulukumba.
