Daerah  

Kolam Labuh Bentenge Bulukumba: Lokasi dan Kapasitas

Redaksi Rubrik
Deretan perahu nelayan berwarna putih dan biru bersandar di perairan dangkal sebuah pelabuhan kecil, dengan teks judul "Kolam Labuh Bentenge" dan label Rubrik.co.id - Bulukumba di bagian atas gambar
Ilustrasi perahu nelayan bersandar. Foto ini bukan Kolam Labuh Bentenge Bulukumba. Foto: Sam Hidayat / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0, diberi teks judul oleh Rubrik.co.id

Ringkasan

  • Tempat sandar perahu ini memanjang di tepi Pantai Merpati, kawasan wisata di pusat kota Kabupaten Bulukumba.
  • Rancangannya menyediakan tempat bagi lima ratus perahu nelayan, dan pengerjaannya sudah berjalan sejak tahun 2023 silam.
  • Gubernur Sulawesi Selatan meresmikannya pada awal Desember 2025 lewat penandatanganan prasasti, bersama bupati dan wakil bupati Bulukumba.

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Jawaban langsung: Kolam Labuh Bentenge adalah fasilitas sandar kapal nelayan di pesisir Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, yang membentang sepanjang Pantai Merpati. Kapasitasnya dirancang untuk 500 perahu dan peresmiannya berlangsung 5 Desember 2025. Artikel ini memuat lokasi, kapasitas, riwayat pembangunan, serta perannya pada Festival Pinisi.

Nama kolam labuh merujuk pada kolam tempat perahu berlabuh dan bersandar, terlindung dari gelombang. Di Bulukumba fasilitas ini berada tepat di kawasan wisata, sehingga fungsinya bertumpuk antara perikanan dan pariwisata.

Lokasi di Pesisir Bentenge

Kolam Labuh berada di wilayah pesisir Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, kecamatan tempat pusat pemerintahan kabupaten berada.

Bangunannya memanjang di sepanjang Pantai Merpati, sehingga pengunjung kawasan wisata itu melihatnya langsung dari tepi jalan.

Pantai Merpati sendiri sudah beberapa tahun ditata sebagai kawasan wisata kota, dan rinciannya dimuat dalam profil Pantai Merpati.

Kapasitas Lima Ratus Perahu

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba Kusnadi Kamal menyebut fasilitas ini dirancang menampung lima ratus perahu nelayan, dengan target rampung pada Desember 2024.

Angka tersebut menempatkannya sebagai fasilitas sandar terbesar di Bulukumba, kabupaten yang garis pantainya memanjang di sisi timur dan selatan.

Dibangun Sejak 2023, Diresmikan Desember 2025

Pembangunan dimulai pada 2023 melalui Bantuan Keuangan Provinsi, di awal masa pemerintahan Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf.

Peresmiannya berlangsung Jumat, 5 Desember 2025, ditandai penandatanganan prasasti oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf dan Wakil Bupati Andi Edy Manaf turut hadir.

Pada kesempatan yang sama gubernur menyerahkan bantuan Rp10 miliar. Perlu dicatat, dana itu diperuntukkan bagi rehabilitasi jalan menuju potensi wisata dan ruas prioritas Bulukumba, bukan untuk pembangunan kolam labuhnya, sebagaimana tercatat dalam laporan peresmian.

Lokasi Penutup Festival Pinisi

Kolam Labuh menjadi tempat berakhirnya rangkaian Festival Pinisi XVI.

Pinisi Sailing dijadwalkan digelar di sana pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sebagai acara penutup setelah Lomba Perahu Hias di Pantai Merpati, sebagaimana termuat dalam rundown Festival Pinisi XVI.

Rubrik.co.id belum memperoleh keterangan resmi mengenai jumlah perahu yang saat ini benar-benar bersandar di sana, maupun tarif atau prosedur penggunaannya bagi nelayan. ***

Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.