Daerah  

Pantai Merpati Bulukumba: Letak dan Kondisinya

Redaksi Rubrik
Jalan setapak berpagar warna-warni di taman rekreasi tepi pantai dengan untaian lampu di atasnya, deretan kursi plastik dan warung di kedua sisi, serta perbukitan di kejauhan
Taman rekreasi tepi pantai di Palu. Foto ini bukan gambar Pantai Merpati Bulukumba. Foto: Rukly Chahyadi / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Pantai Merpati adalah kawasan pantai di dalam kota Bulukumba, Kecamatan Ujung Bulu, yang ditetapkan pemerintah daerah sebagai ikon wisata sekaligus sentra kuliner. Kawasan ini menjadi lokasi Festival Pinisi XVI pada 15 sampai 17 Oktober 2026.

Letaknya di dalam kota membuat pantai ini berbeda karakter dari kawasan wisata pantai di pesisir timur kabupaten.

Letak dan Batas Wilayahnya

Kawasan Pantai Merpati membentang melewati lebih dari satu kelurahan. Penelitian yang dimuat Jurnal Losari Universitas Muslim Indonesia mencatat kawasan ini berada di wilayah administrasi Kelurahan Bentenge, Terang-Terang, dan Ela-Ela, seluruhnya di Kecamatan Ujung Bulu.

Secara geografis, kawasan itu berada pada koordinat sekitar 5°33′ Lintang Selatan dan 120°11′ sampai 120°12′ Bujur Timur.

Profil kecamatannya dirangkum dalam Kecamatan Ujung Bulu, yang menjadi pusat pemerintahan sekaligus pusat perdagangan kabupaten.

Dipakai untuk Apa Saja

Pemerintah daerah menetapkan Pantai Merpati sebagai ikon wisata dan sentra kuliner, dengan tujuan mengangkat usaha mikro, kecil, dan menengah setempat.

Di kawasan ini terdapat pembangunan dermaga kolam labuh dan panggung utama, yang membuat lokasinya bisa dipakai untuk acara berskala besar.

Panggung utama itulah yang menjadikan Pantai Merpati pilihan lokasi Festival Pinisi, perayaan budaya maritim tahunan kabupaten ini.

Catatan tentang Kondisinya

Kawasan ini tidak bebas persoalan, dan itu tercatat dalam kajian akademik, bukan sekadar keluhan di media sosial.

Penelitian yang sama menyebut sejumlah hal yang masih perlu dibenahi: kondisi jalan yang bergelombang dan berlubang, sistem pengelolaan sampah, perairan yang tercemar, pedagang kaki lima yang belum tertata, serta ketersediaan air bersih yang terbatas.

Catatan itu penting bagi pengunjung yang datang dengan ekspektasi pantai wisata berpasir putih. Pantai Merpati adalah ruang publik kota, bukan destinasi pantai berjarak jauh dari permukiman.

Masalah air bersih juga bukan khas kawasan ini. Pada 2026, krisis air bersih menjangkau tujuh kecamatan di Bulukumba.

Cara Menjangkaunya

Karena berada di pusat kota, Pantai Merpati dapat dijangkau dari hampir semua titik layanan kabupaten tanpa perjalanan jauh.

Pengunjung dari luar daerah umumnya masuk lewat jalur darat melalui Terminal Bulukumba, sedangkan pusat belanja terdekat berada di sekitar Pasar Sentral Bulukumba.

Bagi yang mencari pantai berpasir putih, pilihannya berada di pesisir timur dan dirangkum dalam objek wisata Bulukumba.

Status sebagai sentra kuliner membuat kawasan ini ramai pada sore sampai malam hari, berbeda dari pantai wisata yang puncak kunjungannya siang hari.

Penataan pedagang kaki lima yang disebut dalam kajian akademik berkaitan langsung dengan fungsi itu: semakin banyak pedagang, semakin perlu aturan penempatannya.

Jam kunjungan, tarif masuk, dan pengelola resmi kawasan Pantai Merpati tidak dipublikasikan dalam sumber yang dapat diperiksa Rubrik.co.id hingga tulisan ini diterbitkan. ***

Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.