Rubrik.co.id – Warga Perumahan Imbara 4, Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, membongkar paksa sambungan pipa PDAM pada Rabu malam, 16 September 2026, karena air tidak mengalir ke rumah mereka selama sekitar dua bulan. Peristiwa itu dipantau langsung oleh detikSulsel dan Tekape.co.
Menurut kedua media, sekitar pukul 22.30 Wita warga lebih dulu berkumpul bersama Babinsa dan lurah setempat, lalu mendatangi jaringan pipa PDAM di dekat perumahan. Sambungan pertama yang dibuka ternyata kering. Warga kemudian menggali tanah dan membuka sambungan lain, tetapi hanya mendapati aliran air yang sangat kecil.
“Sudah dua bulan sini tidak ada air, warga menderita semua. PDAM juga seolah kami ini bukan pelanggannya,” kata Wahyu, salah seorang warga, dikutip detikSulsel.

Mandi dan Mencuci Pakai Air Galon
Warga mengaku terpaksa memakai air galon untuk mandi dan mencuci selama air PDAM tidak mengalir. Mereka juga menyinggung aksi mahasiswa yang sebelumnya berunjuk rasa soal layanan PDAM Palopo.
Warga lain, Nugrah, mengatakan kepada detikSulsel bahwa permintaan air tangki lewat pusat panggilan PDAM kerap tak dilayani. Menurut dia, pernah datang satu tangki, tetapi tidak cukup untuk lebih dari 100 rumah. Ia juga mempersoalkan tagihan yang menurutnya tidak turun meski air nyaris tidak mengalir.
Wahyu berharap distribusi dibagi merata antarwilayah. Warga, katanya, rela menunggu hingga tengah malam asalkan air benar-benar mengalir.
DPRD Akan Panggil PDAM
Anggota Komisi C DPRD Palopo Sadam Lamudi meminta PDAM tidak berlindung di balik kemarau. Pernyataannya pada Jumat, 18 September 2026, dimuat detikSulsel dan Tekape.co.
“Memang ketersediaan air baku berkurang karena kemarau panjang, tapi PDAM tidak boleh pasrah dan salahkan alam, perlu ada langkah-langkah antisipasinya,” kata Sadam.
Politikus Golkar itu mengatakan DPRD akan memanggil PDAM untuk bertemu warga dan mencari jalan keluar. Ia juga membuka pintu bagi pengaduan soal tagihan air, asalkan disertai bukti kuitansi pembayaran.
detikSulsel menyatakan telah berupaya meminta tanggapan Direktur Utama PDAM Palopo Steven Hamdani dan Wali Kota Palopo Naili Trisal, tetapi keduanya belum memberikan jawaban. Hingga Jumat malam, penjelasan resmi PDAM soal penyebab macetnya air di Imbara dan jadwal pemulihannya belum ditemukan di media yang memberitakan peristiwa ini.
Krisis air akibat kemarau panjang juga terjadi di daerah lain di Sulsel. BPBD Wajo mencatat kekeringan di 13 kecamatan, sedangkan di Bulukumba 70 kepala keluarga di Luppung menerima bantuan air bersih setelah sumur mereka kering dan asin.
