Daerah  

Festival Danau Tempe Digelar 23 September-5 Oktober

Redaksi Rubrik
Deretan rumah panggung beratap seng di atas rakit bambu di tepi Danau Tempe, asap tungku mengepul, pakaian dijemur di dinding, seorang perempuan berdiri di ambang pintu, air danau biru kehijauan di latar depan
Permukiman terapung di Danau Tempe, Kabupaten Wajo (foto lama, ilustrasi). Foto: Jorge Franganillo / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Rubrik.co.id – Festival Danau Tempe 2026 di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, dijadwalkan berlangsung 13 hari, mulai Rabu, 23 September 2026, hingga Senin, 5 Oktober 2026. Upacara pembukaan digelar di Lapangan Merdeka Sengkang dan dibuka Bupati Wajo Andi Rosman, seperti dilaporkan Tribun-Timur.

Ketua Panitia Festival Danau Tempe 2026, Azikin, mengatakan festival tahun ini mencakup sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, hiburan, budaya, olahraga, pertanian, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. “Acara ini melibatkan banyak unsur dan elemen di Kabupaten Wajo,” ujarnya kepada Tribun-Timur.

Vokalis Ada Band, Indra Sinaga, disebut akan mengisi panggung pembukaan.

Beberapa rumah rakit beratap seng dengan ujung atap melengkung mengapung di permukaan Danau Tempe menjelang senja, sebuah perahu hijau tertambat di sisinya dan perahu kecil lain melintas di kejauhan
Rumah rakit di Danau Tempe menjelang senja (foto lama, ilustrasi). Foto: Kondephy / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Sengkang Silk Carnival hingga Manre Sipulung

Rundown yang dipublikasikan Berita Wajo memuat jalan sehat, Mancing Mania, lomba Sambung Lirik, Sengkang Silk Carnival, lomba tari kreasi siswa, fashion show antarkecamatan, pemilihan Anak Dara Kallolo, seminar pertanian, sampai Wajo Bershalawat. Rangkaian ditutup Manre Sipulung bagi petani pada 5 Oktober 2026, dilanjutkan closing ceremony pada malam harinya.

Manre Sipulung adalah tradisi makan bersama masyarakat Bugis Wajo. Tribun-Timur menyebut kegiatan itu dijadwalkan di Stadion Andi Ninnong dengan menghadirkan Menteri Pertanian, sementara rundown versi Berita Wajo mencantumkan Menteri Agama sebagai peserta pada agenda Wajo Bershalawat. Panitia mencatat susunan acara masih bisa berubah menyesuaikan kondisi di lapangan, sehingga jadwal harian sebaiknya dicek ulang ke panitia sebelum berangkat.

Agenda lain yang disiapkan meliputi perjamuan saudagar dan silaturahmi Kerukunan Keluarga Wajo, lomba memancing yang digelar Karang Taruna, serta lomba perahu di Danau Tempe.

Digeser dari Agustus ke September

Penyelenggaraan tahun ini bergeser ke September, berbeda dengan edisi 2023 dan 2024 yang digelar pada Agustus. Rakyat Sulsel sudah mengabarkan pergeseran jadwal itu sejak Agustus 2026.

Danau Tempe adalah danau tektonik di jantung Sulawesi Selatan yang wilayahnya membentang ke Wajo, Soppeng, dan Sidrap. Permukimannya berupa rumah rakit yang berpindah mengikuti naik-turun permukaan air, dan festival ini sejak lama dipakai Pemkab Wajo untuk menarik kunjungan ke kawasan tersebut.

Agenda ini menambah padat kalender Wajo pada akhir 2026. Kabupaten itu juga menjadi salah satu tuan rumah Porprov XVIII Sulsel bersama Bone, ajang yang maskotnya, Dama dan Si Gabus, baru diperkenalkan pada pertengahan September. Di sisi lain, Wajo masih berkutat dengan kemarau setelah kekeringan melanda 13 kecamatan dan BPBD menyalurkan 303.000 liter air bersih.