Kemlu Minta WNI di Rusia dan Ukraina Tingkatkan Kewaspadaan

Redaksi Rubrik
Gedung bergaya klasik dua lantai berwarna krem dengan menara kecil berkubah di sudut, dikelilingi pagar besi putih berpilar, bendera merah putih di halaman, pepohonan, dan gedung apartemen tinggi di belakangnya, dengan rel trem dan mobil terparkir di jalan depan
Gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow, Rusia (foto lama). Foto: NVO / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0

Rubrik.co.id – Kementerian Luar Negeri RI mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Rusia dan Ukraina meningkatkan kewaspadaan di tengah eskalasi serangan udara kedua negara sejak 19-20 September 2026. Hingga Senin, 21 September 2026, Kemlu menyatakan seluruh WNI di wilayah akreditasi KBRI Kyiv dan KBRI Moskow dalam kondisi aman, seperti dilaporkan ANTARA, Kompas.com, dan Liputan6.com.

Menurut data yang dikutip ketiga media itu, terdapat 80 WNI di Ukraina berdasarkan catatan KBRI Kyiv dan 1.325 WNI di Rusia berdasarkan data KBRI Moskow per 10 September 2025. Jumlah keduanya 1.405 orang.

“KBRI Kiev dan KBRI Moskow mengimbau seluruh WNI di Ukraina dan Rusia untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari perjalanan yang tidak esensial ke wilayah dengan aktivitas serangan,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah, dikutip ANTARA. Bila ada peringatan serangan, WNI diminta segera menuju tempat perlindungan dan memastikan dokumen serta kebutuhan penting mudah diakses.

Pemandangan malam tembok dan menara bata merah Kremlin Moskow yang diterangi lampu di tepi Sungai Moskwa, dengan kubah emas katedral dan istana putih di balik tembok serta pantulan cahaya di permukaan sungai
Kremlin, Moskow, dilihat dari tepi Sungai Moskwa (foto lama, 2016, ilustrasi). Foto: Diego Delso / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Serangan Drone Saling Berbalas

Heni menjelaskan, Ukraina menyerang sejumlah sasaran di wilayah Moskow pada 19-20 September 2026, termasuk fasilitas kilang minyak. KBRI Kyiv kemudian mencatat peningkatan frekuensi serangan drone Rusia di Kyiv, Odesa, serta jalur utama menuju perbatasan Polandia seperti Zhytomyr dan Rivne.

Pada 21 September 2026, Rusia melaporkan serangan drone terhadap fasilitas yang diklaim terkait kepentingan militer dan logistik Ukraina. Otoritas Ukraina, menurut Kompas.com dan Liputan6.com, menyesuaikan operasional sejumlah titik perlintasan perbatasan sebagai langkah antisipasi.

Kantor berita Xinhua, dalam laporan yang diterjemahkan ANTARA, mengutip Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin bahwa pertahanan udara Rusia mencegat lebih dari 1.600 drone di seluruh Rusia sejak Sabtu, 19 September 2026, sekitar 450 di antaranya mendekati Moskow. Penerbangan Turkish Airlines TK407 dari Istanbul ke Moskow berbalik arah, dan sedikitnya 35 penerbangan maskapai Turkiye dari dan menuju Bandara Vnukovo tertunda atau dibatalkan.

Angka dan klaim sasaran di atas berasal dari pernyataan pihak masing-masing dan tidak dapat diverifikasi secara independen oleh RUBRIK.

Kontak Darurat

Kemlu menyatakan akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat. Dalam keadaan darurat, WNI di Ukraina dapat menghubungi hotline KBRI Kyiv di +380 50 334 7917, sedangkan WNI di Rusia dapat menghubungi hotline KBRI Moskow di +7 985 7502410.

Dalam sepekan terakhir, Kemlu juga menyampaikan keterangan soal WNI di kawasan rawan lain, antara lain ketika Arab Saudi mencegat drone di dekat Makkah dan mengenai 74 WNI yang masih berada di Mokha, Yaman.