GIANYAR, Rubrik.co.id – Penyerang Bali United kelahiran Bulukumba, Rahmat Arjuna, meminta maaf kepada bek Borneo FC Rifad Marasabessy setelah keduanya terlibat baku pukul dan sama-sama diusir wasit pada pekan ketiga BRI Super League 2026/27. Permintaan maaf itu disampaikan lewat Instagram, sehari setelah laga di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu, 20 September 2026.
Dalam klarifikasinya, Rahmat mengaku mendapat cakaran dari Rifad saat keduanya beradu sprint, lalu membalas secara refleks. Ia menyatakan “menyesal dengan sikap saya dan saya tidak membenarkan sikap saya atas kejadian tersebut”, seperti dikutip JawaPos.com dan JPNN.
JawaPos.com juga melaporkan Rahmat telah meminta maaf secara langsung kepada Rifad. Menurut media tersebut, Rifad membalas dengan permintaan maaf serupa karena mengira Rahmat memukul bagian kepalanya.

Kartu Merah pada Menit ke-35
Insiden terjadi pada menit ke-35, tidak lama setelah Rifad masuk menggantikan Komang Teguh yang cedera pada menit ke-21. CNN Indonesia dan Disway Papua mencatat kedua pemain saling pukul hingga wasit Naufal Adya Fairuski mengeluarkan kartu merah untuk keduanya.
Versi awal kejadian berbeda antarmedia. CNN Indonesia menulis tangan Rifad lebih dulu mengenai wajah Rahmat sebelum Rahmat memukul tengkuk Rifad, sedangkan VIVA menyebut keributan bermula dari pukulan Rahmat. Menurut CNN Indonesia, kartu merah untuk Rahmat keluar setelah wasit meninjau tayangan VAR.
Bali United akhirnya kalah 0-1 dari Borneo FC lewat penalti Juan Villa pada menit ke-54. Serdadu Tridatu menuntaskan laga dengan sembilan pemain setelah Tim Receveur juga diusir pada babak kedua.
Putra Bulukumba di Liga Teratas
Rahmat lahir di Bulukumba pada 30 April 2004, menurut laman resmi Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Laman itu menyebut Rahmat pada 2025 menjadi pemain asal Bulukumba pertama yang masuk skuad Timnas Indonesia U-23, saat tampil di Piala AFF U-23 2025, seperti juga diberitakan Rubrik.co.id.
Laman Pemkab Bulukumba mencatat Rahmat memulai karier dari Batuara FC sebelum bergabung dengan Bali United U-18. Di tim senior Bali United, ia bermain sebagai winger dengan nomor punggung 47, nomor yang juga disebut CNN Indonesia dalam kronologi insiden di Segiri.
Potensi hukuman masih terbuka. Disway Papua menilai kedua pemain dapat menghadapi sanksi tambahan dari Komite Disiplin PSSI sesuai hasil pemeriksaan dan laporan pertandingan.
Bali United berada di urutan keempat dengan enam poin dari tiga laga, menurut klasemen resmi I.League. Setelah jeda FIFA, tim asal Gianyar itu menjamu Persijap Jepara di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB.
