Daerah  

Siswa SDN 181 Tanah Kongkong Juara 2 Mendongeng FTBI

Redaksi Rubrik
Anak-anak berseragam sekolah dasar duduk dan menulis di atas tikar di ruang berdinding papan kayu, dengan rak buku dan poster di dinding
Anak-anak sekolah dasar sedang belajar. Foto: Muchtamir / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Siswa SDN 181 Tanah Kongkong, Kabupaten Bulukumba, meraih juara 2 kategori Mendongeng Putri pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Ujung Bulu, sebagaimana disampaikan pihak sekolah pada Senin, 28 September 2026. Prestasi itu diraih Putri Nadifa Putri Meliana yang membawakan cerita dalam bahasa ibu.

FTBI merupakan ajang yang menempatkan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar lomba, bukan sekadar tema.

Kategori mendongeng menuntut peserta menguasai cerita sekaligus bertutur dalam bahasa daerahnya.

Kepala Sekolah Sebut Hasil Latihan Konsisten

Kepala SDN 181 Tanah Kongkong, Aswaty, menyatakan bangga atas pencapaian anak didiknya.

“Merasa bangga dan terharu atas pencapaian ini. Menjadi juara 2 adalah bukti nyata dari dedikasi, latihan yang konsisten, dan keberanian yang telah ditunjukkan,” kata Aswaty, dilansir Radar Selatan.

Ia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi Putri Nadifa untuk terus mengembangkan kemampuannya.

“Harapan saya, terus mengasah bakat dan tetap rendah hati. Semoga di ajang perlombaan berikutnya bisa tampil lebih baik lagi dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Kategori yang dimenangkan adalah Mendongeng Putri, salah satu nomor yang dilombakan pada festival tingkat kecamatan tersebut.

Aswaty menyebut hasil itu datang dari latihan yang dijalani secara konsisten, bukan dari persiapan sesaat menjelang lomba.

Mendongeng sebagai Jalan Melestarikan Cerita Rakyat

Aswaty berharap bakat mendongeng siswanya menjadi salah satu cara melestarikan cerita rakyat dalam bahasa ibu.

Menurutnya, kegiatan itu sekaligus menumbuhkan minat baca di kalangan siswa.

FTBI digelar berjenjang, dimulai dari tingkat kecamatan seperti yang diikuti sekolah ini.

Selain memberi apresiasi kepada siswa berprestasi, sekolah juga memberikan penghargaan berupa piagam.

Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan ajang yang mendorong siswa memakai bahasa daerahnya secara aktif, bukan sekadar mempelajarinya sebagai mata pelajaran.

Nomor mendongeng menempatkan kemampuan bertutur sebagai penilaian utama, sehingga peserta perlu menguasai kosakata dan intonasi bahasa daerah yang dipakainya.

Sejalan dengan Dorongan Muatan Lokal

Lomba ini berlangsung ketika bahasa daerah tengah didorong masuk pembelajaran sebagai muatan lokal di Bulukumba. Sehari setelahnya, seminar bahasa daerah tingkat kabupaten digelar di Kantor Bupati, seperti dimuat dalam laporan Seminar Bahasa Bugis Bulukumba.

Kecamatan Ujung Bulu sendiri merupakan pusat pemerintahan kabupaten dan kecamatan terkecil dari sisi luas wilayah, sebagaimana dirangkum dalam profil Kecamatan Ujung Bulu.

Belum ada keterangan apakah juara tingkat kecamatan ini berlanjut ke tingkat kabupaten. ***