BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Kopi Arabika Kahayya Bulukumba tercatat dalam daftar Indikasi Geografis Terdaftar Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dengan nomor sertifikat ID G 000000237. Sertifikatnya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bulukumba pada Rabu, 4 Februari 2026, dan status terdaftar itu masih tercantum saat basis data DJKI diperiksa pada September 2026.
Kopi itu dibudidayakan di dataran tinggi Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Deskripsi resmi yang dimuat DJKI Kementerian Hukum menyebut ketinggian kebunnya 900 sampai 1.800 meter di atas permukaan laut, dengan tradisi budidaya yang disebut berlangsung sejak abad ke-18.

| Keterangan | Isi |
|---|---|
| Nama terdaftar | Kopi Arabika Kahayya Bulukumba |
| Nomor sertifikat | ID G 000000237 |
| Nomor permohonan | E-IG.15.2024.000020 |
| Permohonan diterima | 7 Juli 2025 |
| Pemeriksaan substantif | Senin, 15 September 2025, secara daring |
| Penyerahan sertifikat | Rabu, 4 Februari 2026, Pantai Merpati Bulukumba |
| Pemohon | Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Arabika Kahayya |
| Wilayah | Dataran tinggi Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan |
| Ketinggian kebun | 900-1.800 meter di atas permukaan laut |
| Klon yang dikembangkan | Lini S-795, USDA 762, Kartika, Komasti, Gayo 2, Yellow Caturra |
| Hasil uji Puslitkoka | Mutu 1 SNI 01-2907-2008; kadar air 12,1 persen; nilai cacat 1,1; kadar kotoran 0 persen |
| Nilai uji cita rasa | 83,25-86,25 (specialty grade) |
| Profil rasa | Brown sugar, honeyed, flowery, bright acidity, heavy body |
| Standar minimum MPIG | SNI mutu 2, nilai cita rasa minimal 80 |
| Bentuk produk | Green bean proses cuci, kopi sangrai, kopi bubuk |
Sumber: DJKI Kementerian Hukum, daftar Indikasi Geografis Terdaftar dan deskripsi permohonan E-IG.15.2024.000020, diperiksa 23 September 2026; tanggal pemeriksaan substantif dari Kanwil Kemenkum Sulsel, 16 September 2025; tanggal penyerahan sertifikat dari Pemkab Bulukumba.
Bagaimana Proses Pendaftarannya Berjalan?
Permohonan diajukan MPIG Kopi Arabika Kahayya dan didampingi Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan. Basis data DJKI mencatat permohonan itu diterima pada 7 Juli 2025. Pemeriksaan substantif digelar secara daring pada Senin, 15 September 2025, dengan pemeriksa Djoko Soemarno dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia serta Muhammad Rifan dari Arise+.
Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba, Iwan Setiawan Suyuti, menyebut target waktunya. “Kami berharap 3 IG yang diusulkan, termasuk Kopi Kahayya ini bisa mendapatkan pelindungan hukum melalui pendaftaran dan menjadi kado ulang tahun nantinya pada saat HUT Bulukumba di Bulan Februari,” katanya, seperti dimuat situs Kanwil Kemenkum Sulsel.
Target itu tercapai. Piagam sertifikat untuk Kopi Arabika Kahayya, Tenun Kajang, dan Tenun Bira diserahkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Teguh Firmanto, kepada Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf pada malam ramah tamah Hari Jadi Kabupaten Bulukumba ke-66 di Pantai Merpati, Rabu, 4 Februari 2026, menurut rilis Pemkab Bulukumba.
Apa Akibat Status Indikasi Geografis Itu?
Hanya produk yang berasal dari wilayah yang ditetapkan dan memenuhi standar MPIG yang berhak memakai nama Kopi Arabika Kahayya Bulukumba. “Sertifikat Indikasi Geografis ini untuk melindungi produk khas Bulukumba dari klaim pihak lain, sekaligus meningkatkan daya saing dan nilai ekonomi produk lokal kita,” ujar Bupati dalam rilis yang sama.
Perlindungan itu sudah diuji. Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, Kanwil Kemenkum Sulsel mendampingi MPIG menangani pengaduan soal dugaan penggunaan nama dan logo sertifikat IG oleh pihak yang diduga bukan anggota resmi, seperti dilaporkan Rakyat Sulsel. Kakanwil Andi Basmal meminta MPIG lebih dulu menempuh verifikasi lapangan dan mediasi sebelum langkah hukum formal.
Liputan Rubrik tentang Bulukumba
Kecamatan Kindang, tempat kebun kopi itu berada, termasuk dalam daftar 10 kecamatan di Bulukumba. Rubrik.co.id juga memberitakan rekor MURI minum kopi gula aren di Bulukumba dan produk kriya Bulukumba di Inacraft 2025.
