Daerah  

Krisis Air Bersih Bulukumba Meluas ke Tujuh Kecamatan

Redaksi Rubrik
Seseorang bertas ransel melompati genangan air keruh di atas dasar danau yang mengering dan retak-retak
Dasar danau yang mengering pada musim kemarau. Foto: Rendika Wijayanto / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulukumba menyatakan krisis air bersih telah menjangkau tujuh kecamatan, sementara musim kemarau diprediksi berlangsung hingga akhir November atau awal Desember 2026, Rabu, 30 September 2026.

Kepala BPBD Bulukumba Andi Hasbullah menyebut tujuh kecamatan itu adalah Ujung Loe, Ujung Bulu, Bontobahari, Bontotiro, Herlang, Gantarang, dan Kindang.

Prediksi panjangnya musim kering diperoleh BPBD dari pertemuan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

“Dari pertemuan kemarin dengan BMKG, memberi kita informasi bahwa diprediksi Bulukumba, Sinjai, Bantaeng dan Selayar panjang musim keringnya ditambah El Nino,” kata Andi Hasbullah.

Empat daerah di bagian selatan Sulawesi Selatan itu diperkirakan mengalami musim kering lebih panjang yang diperparah fenomena El Nino.

Petugas Mulai Kewalahan Mendistribusikan Air

Andi Hasbullah memperkirakan jumlah kecamatan terdampak masih bisa bertambah dalam waktu dekat.

“Kalau hari ini sudah ada tujuh kecamatan yang warganya krisis air bersih, mungkin di bulan Oktober bisa bertambah lagi,” katanya, dilansir Tribun Timur.

Dalam sekali penyaluran, petugas mengantar sekitar 5.000 liter air bersih ke titik terdampak.

“Petugas mulai kewalahan mendistribusikan air bersih karena wilayah yang terdampak semakin banyak,” kata Andi Hasbullah.

BPBD Bulukumba dibantu personel Dinas Pemadam Kebakaran serta Sabhara Polres Bulukumba dalam distribusi tersebut.

Pola penyaluran ini sudah berjalan sejak akhir September, saat Damkar Bulukumba menyalurkan 18 ribu liter air ke tiga titik.

Dusun Kaluku Kindang Baru Pertama Kali Kering

Salah satu wilayah terbaru yang terdampak adalah Dusun Kaluku, Desa Benteng Palioi, Kecamatan Kindang.

Sebanyak 60 kepala keluarga di dusun itu terdampak kekeringan.

Kepala Desa Benteng Palioi Muh Syarif menyebut kondisi tersebut belum pernah terjadi sebelumnya di wilayahnya.

“Baru kali ini Dusun Kaluku, desa kami Benteng Palioi, mengalami kekeringan seperti ini,” kata Syarif.

Menurut Syarif, seluruh wilayah desanya terdampak kekeringan dan sumber air yang selama ini dipakai warga mulai berkurang hingga mengering.

Kindang adalah kecamatan dataran tinggi dengan 12 desa dan satu kelurahan, seperti dirangkum dalam profil Kecamatan Kindang.

Potensi Kebakaran Ikut Naik

Selain krisis air, BPBD Bulukumba mencatat kemarau panjang turut meningkatkan potensi kebakaran.

Warga diminta menjaga sumber air yang masih tersedia selama musim kering berlangsung.

Beban Damkar Bulukumba memang bertambah dari dua sisi; sepanjang September 2026 tercatat lebih dari 20 kejadian kebakaran di kabupaten ini.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Sinjai, tetangga Bulukumba di sisi utara, yang sejumlah wilayahnya juga mulai mengalami krisis air bersih.

Jika prediksi BMKG terbukti, penyaluran air bersih di Bulukumba masih harus berjalan sekitar dua bulan lagi sebelum musim hujan datang. ***