MAKASSAR, Rubrik.co.id – Otoritas Jasa Keuangan mencatat tingkat literasi keuangan di Sulawesi Selatan baru 36 persen, sementara tingkat inklusi keuangan sudah mencapai 88,4 persen. Selisih sekitar 52 persen itu berarti separuh lebih warga memakai jasa keuangan tanpa memahaminya, kata Kepala OJK Sulselbar Muhammad Mufid, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Angka tersebut disampaikan saat pembukaan Financial Expo Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Atrium Mall Trans Studio Makassar.
Memakai Tanpa Memahami
“Dari tingkat literasi 36 persen, sementara tingkat inklusinya ada 88,4 persen. Jadi kurang lebih ada 52 persen masyarakat Sulawesi Selatan yang sudah menggunakan jasa keuangan tapi tidak memahami,” kata Mufid, sebagaimana dilaporkan Rakyat Sulsel.
Menurutnya, kondisi itu menunjukkan banyak warga sudah memakai produk dan layanan keuangan tetapi belum memahami manfaat, risiko, maupun cara penggunaannya secara optimal.
Mufid menjabat Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sekaligus Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Sulselbar.
Pameran Tiga Hari di Makassar
Financial Expo 2026 berlangsung 2 sampai 4 Oktober 2026 dengan tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”.
Kegiatan itu menghadirkan kolaborasi OJK, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, dan pemerintah daerah.
Penyelenggara menempatkan pameran sebagai upaya mempersempit kesenjangan literasi lewat edukasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
Kenapa Angka Ini Penting bagi Pembaca Daerah
Kesenjangan literasi berkaitan langsung dengan kerentanan terhadap produk keuangan ilegal dan jeratan utang. Separuh lebih pengguna jasa keuangan di provinsi ini berada pada posisi itu menurut hitungan OJK.
Di Bulukumba, besaran upah yang menjadi acuan kemampuan bayar warga dirangkum dalam UMK Bulukumba 2026, sementara gambaran ekonomi kabupaten dimuat dalam PDRB per kapita dan pertumbuhan ekonominya.
Harga kebutuhan pokok di provinsi ini juga sedang bergerak naik, seperti terlihat pada harga cabai rawit di Makassar yang menembus Rp85 ribu per kilogram.
Siapa Saja yang Terlibat
Pameran ini menggabungkan OJK, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, dan pemerintah daerah dalam satu kegiatan.
Bulan Inklusi Keuangan sendiri merupakan agenda tahunan yang dipakai OJK untuk memperluas akses sekaligus edukasi keuangan masyarakat.
Mufid menyebut kegiatan semacam itu akan terus didorong, baik dalam bentuk strategi maupun kolaborasi antarlembaga.
Selisih 52 persen itu berarti lebih dari separuh pengguna jasa keuangan di provinsi ini belum tentu memahami produk yang dipakainya, termasuk risiko dan legalitasnya.
OJK belum mengumumkan target angka literasi keuangan Sulawesi Selatan untuk tahun berikutnya hingga berita ini diterbitkan. ***
