BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bulukumba menggandeng TNI Angkatan Laut untuk pengamanan dan dukungan logistik Festival Pinisi XVI. Kesepakatan itu dibahas dalam pertemuan di ruang kerja Kepala Dinas, Gedung Pinisi Lantai 2, Selasa, 6 Oktober 2026.
Festival dijadwalkan berlangsung pada 15 sampai 17 Oktober 2026.
Yang Dikoordinasikan
Pertemuan membahas koordinasi teknis pengamanan perairan, dukungan logistik bahari, dan keterlibatan TNI AL dalam rangkaian acara.
Kepala Disparpora Bulukumba, Hamrina Andi Muri, didampingi Kepala Bidang Pemasaran Muh. Taufik Rachman, menerima langsung kunjungan jajaran perwakilan TNI Angkatan Laut.
“Kunjungan dan dukungan dari TNI Angkatan Laut ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menyukseskan Festival Pinisi XVI,” katanya, sebagaimana dilaporkan Radar Selatan.
Empat Atraksi yang Digelar di Laut
Keterlibatan TNI AL berkaitan langsung dengan bentuk acaranya. Sebagian rangkaian festival tidak digelar di darat.
Atraksi lautnya mencakup sailing pinisi, ritual Anyorong Lopi, lomba perahu hias, dan lomba perahu katinting.
Anyorong Lopi adalah ritual peluncuran perahu baru dari darat ke laut, bagian dari tahapan yang memang dijalankan pembuat perahu, bukan pertunjukan yang disusun untuk festival.
Empat kegiatan itu menempatkan peserta dan penonton di perairan, sehingga pengamanan laut menjadi kebutuhan teknis, bukan formalitas.
Persiapan yang Berjalan Sejak Awal Oktober
Dua hari sebelum pertemuan dengan TNI AL, Kepala Disparpora meninjau langsung lokasi di Pantai Merpati untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan penataan area kegiatan.
Pantai Merpati sendiri merupakan kawasan pantai di dalam kota yang ditetapkan sebagai ikon wisata sekaligus sentra kuliner, sebagaimana dirangkum dalam profil Pantai Merpati Bulukumba.
Kantor Disparpora sendiri berada di Gedung Pinisi Bulukumba, tempat pertemuan dengan TNI AL berlangsung.
Festival sebagai Identitas Maritim
Hamrina menyebut Bulukumba sebagai Bumi Panrita Lopi, julukan yang merujuk pada keahlian membuat perahu.
Ia menyatakan keterlibatan TNI AL membuat pihaknya optimistis seluruh rangkaian kegiatan bahari dapat berlangsung aman dan tertib.
Latar belakang dan isi festival ini dirangkum dalam Festival Pinisi Bulukumba, yang edisi XVI-nya digelar pertengahan Oktober.
Pusat pembuatan perahunya sendiri berada di kawasan Tana Beru, Kecamatan Bonto Bahari, berjarak dari lokasi festival di pusat kota.
Pembagian itu membuat festival berfungsi sebagai etalase, sementara pekerjaannya berlangsung di pesisir timur kabupaten sepanjang tahun.
Pertemuan berlangsung sembilan hari sebelum festival dibuka, jarak yang lazim dipakai untuk mengunci rencana pengamanan sebelum pelaksanaan.
Dukungan logistik bahari yang disebut dalam pertemuan berkaitan dengan kebutuhan di luar pengamanan, misalnya sarana apung dan koordinasi lalu lintas perahu selama atraksi berlangsung.
Bentuk dukungan TNI AL secara rinci, termasuk jumlah personel dan armada yang dikerahkan, belum diumumkan Disparpora Bulukumba hingga berita ini diterbitkan. ***
Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.
