MAKASSAR, Rubrik.co.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan pembenahan kawasan eks Stadion Mattoanging setelah mengambil alih kembali penguasaan asetnya dari Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan. Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel menargetkan anggarannya masuk perencanaan pada 2027.
Kawasan itu disebut sudah hampir empat tahun terbengkalai.
Pagar, Kolam Renang, lalu Stadionnya
Kepala Dispora Sulsel, Suherman, menyatakan pembenahan dilakukan bertahap dan dimulai dari fasilitas pendukung.
“Saat ini kita mulai membenahi sarana yang ada, mulai dari pembenahan pagarnya, terus kita masuk dalam pembenahan kolam renang dan untuk sarana olahraga yang ada di sana,” katanya, sebagaimana dilaporkan Rakyat Sulsel, Rabu, 7 Oktober 2026.
Sasaran tahap awal mencakup pagar kawasan, akses masuk, kolam renang, dan sarana olahraga lainnya.
Stadionnya Sudah Dibongkar
Suherman menyebut tiga objek yang perlu dibenahi: kolam renang, GOR, dan stadion yang sudah dibongkar.
“Jelas akan kita benahi, kita akan buat sarana ini dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” ujarnya.
Dua fasilitas masih bisa dipakai sampai sekarang, yakni GOR dan kolam renang. GOR selama ini digunakan untuk cabang olahraga indoor seperti basket dan karate.
Dispora Sulsel masih menghitung kebutuhan pekerjaan sekaligus anggaran yang diperlukan.
Markas Sepak Bola yang Hilang
Mattoanging dulu menjadi markas PSM Makassar, dan pembongkarannya membuat klub itu bermain jauh dari kota asalnya.
Seluruh laga kandang PSM kini digelar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, sekitar 155 kilometer ke arah utara, sebagaimana terlihat pada jadwal PSM sepanjang Oktober 2026.
Pengganti permanennya sedang dibangun di lokasi berbeda, dan progresnya dimuat dalam Stadion Sudiang.
Artinya pembenahan Mattoanging tidak diarahkan untuk mengembalikan fungsinya sebagai markas klub, melainkan sebagai sarana olahraga masyarakat.
Agenda Olahraga Provinsi yang Berjalan
Pembenahan ini berlangsung ketika Sulawesi Selatan sedang menyiapkan Pekan Olahraga Provinsi.
Sejumlah daerah sudah mengumumkan kontingennya, termasuk kontingen Makassar dan kontingen Bulukumba yang bertanding di Bone dan Wajo.
Ketersediaan sarana latihan di ibu kota provinsi berkaitan langsung dengan pembinaan atlet yang mengisi ajang tersebut.
Pengambilalihan aset dari yayasan menjadi syarat yang mendahului semua itu: selama penguasaannya belum jelas, anggaran daerah tidak bisa masuk ke kawasan tersebut.
Penguasaan aset kawasan itu sebelumnya berada di Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan, dan pengambilalihannya kembali oleh pemerintah provinsi menjadi dasar bagi rencana pembenahan sekarang.
Target anggaran yang baru masuk perencanaan 2027 berarti pekerjaan berskala besar belum berjalan tahun ini; yang berlangsung sekarang terbatas pada penataan sarana yang masih bisa dipakai.
Suherman menyebut Dispora masih menghitung apa saja yang akan dibenahi sebelum angka anggarannya ditetapkan.
Nilai anggaran pembenahan dan rancangan pemanfaatan kawasan eks Stadion Mattoanging belum dipublikasikan Dispora Sulsel hingga berita ini diterbitkan. ***
