Daerah  

Empat Kampung Iklim Utama di Bulukumba

Redaksi Rubrik
Lembah berhutan lebat dengan petak sawah berteras dan beberapa rumah di dasarnya, berlatar punggung bukit dan langit berawan tebal, dengan teks judul "Kampung Iklim Bulukumba" dan label Rubrik.co.id - Lingkungan di bagian atas gambar
Ilustrasi hutan adat Karampuang di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, bukan lokasi penerima Proklim di Bulukumba. Foto: DjuliHarjanto / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0, diberi teks judul oleh Rubrik.co.id

Ringkasan

  • Penghargaan dari kementerian untuk kategori tertinggi diraih empat lokasi berbeda sepanjang rentang delapan tahun di kabupaten ini.
  • Satu di antaranya naik lagi ke jenjang di atasnya, dan sampai kini belum diikuti lokasi lain.
  • Penilaiannya memakai tiga unsur sekaligus, dan pemerintah daerahnya sendiri ikut diganjar penghargaan sebagai pembina kelompok warga itu.

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Jawaban langsung: Empat lokasi di Kabupaten Bulukumba pernah meraih penghargaan Program Kampung Iklim kategori Utama dari kementerian lingkungan hidup, yakni Dusun Parukku Desa Bululohe di Kindang pada 2016, Desa Salassae di Bulukumpa pada 2017, Desa Bangkeng Buki pada 2021, dan Desa Tana Towa di Kajang pada 2024. Artikel ini memuat keempatnya beserta dasar penilaiannya.

Empat Lokasi dan Tahun Perolehannya

Program Kampung Iklim atau Proklim adalah penghargaan kementerian lingkungan hidup untuk upaya pengendalian perubahan iklim di tingkat kampung. Bulukumba tercatat empat kali meraih kategori Utama.

Tahun Lokasi Kecamatan
2016 Dusun Parukku, Desa Bululohe Kindang
2017 Desa Salassae Bulukumpa
2021 Desa Bangkeng Buki tidak disebut dalam laporan
2024 Desa Tana Towa Kajang

Dusun Parukku berada di Desa Bululohe, satu dari desa di Kecamatan Kindang yang berada di wilayah pegunungan kabupaten.

Tiga Unsur yang Dinilai

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bulukumba, Andi Uke Indah Permatasari, menyebut penilaian Proklim melibatkan tiga unsur.

Pertama, adaptasi lingkungan. Kedua, mitigasi atau pencegahan terhadap kerusakan lingkungan. Ketiga, keberlanjutan serta integrasi kelembagaan satu kelompok dengan kelompok lainnya.

Unsur ketiga itu membedakan Proklim dari penghargaan lingkungan yang menilai kegiatan tunggal. Yang dinilai bukan satu aksi, melainkan apakah kelompok warganya saling terhubung dan bertahan.

Salassae Naik ke Kategori Lestari

Desa Salassae di Kecamatan Bulukumpa tidak berhenti di kategori Utama yang diraihnya pada 2017. Dua tahun berikutnya, pada 2019, desa itu menerima trofi Proklim kategori Lestari.

Kategori Lestari berada di atas Utama. Sampai saat ini tidak ada lokasi lain di Bulukumba yang tercatat mencapainya.

Perolehan Bangkeng Buki pada 2021 adalah trofi Proklim Utama ketiga bagi Bulukumba. Penyerahannya digelar secara virtual pada 19 Oktober 2021, bertepatan dengan Hari Jadi Sulawesi Selatan ke-353.

Tahun itu Bangkeng Buki menerima penghargaan bersama 53 lokasi lain di Indonesia. Di Sulawesi Selatan, kategori Utama diraih Bulukumba bersama Jeneponto, Maros, Sinjai, Soppeng, dan Wajo.

Tana Towa dan Kawasan Adat Ammatoa

Perolehan terbaru datang pada 2024. Desa Tana Towa di Kecamatan Kajang meraih Proklim Utama dalam Festival Lingkungan, Iklim, Kehutanan, dan Energi di Jakarta Convention Center, 9 Agustus 2024.

Tahun itu kategori Utama di Sulawesi Selatan hanya diraih dua desa, yakni Tana Towa dan Desa Benteng Gajah di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.

Kepala Desa Tana Towa, Zulkarnain, mengaitkan perolehan itu dengan aturan hidup masyarakat adat di wilayahnya. Latar belakangnya dimuat terpisah dalam penjelasan Kawasan Adat Ammatoa, yang melarang menyakiti atau merusak pohon dan makhluk hidup di dalam kawasan.

Penghargaan Pembina untuk Pemerintah Kabupaten

Selain penghargaan untuk desa, pemerintah kabupaten menerima penghargaan terpisah sebagai Pembina Proklim. Pada 2021, penghargaan itu disebut sebagai yang keempat bagi Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

Penghargaan serupa kembali diraih pada 2024, berbarengan dengan perolehan Tana Towa. Pada tahun yang sama kabupaten ini juga menerima penghargaan Pembina Program Adiwiyata.

Satu keterbatasan perlu dicatat. Laporan tentang Bangkeng Buki tidak menyebut kecamatannya, dan Rubrik.co.id belum menemukan daftar Proklim Bulukumba setelah 2024 yang bisa dirujuk. ***

Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.