Daerah  

Kekeringan Bulukumba Meluas, 1.564 Jiwa Dibantu Air

Redaksi Rubrik
Seseorang bertas ransel melompati genangan air keruh di atas dasar danau yang mengering dan retak-retak pada musim kemarau
Ilustrasi kemarau: dasar Danau Sentarum, Kalimantan Barat, yang mengering, bukan foto kekeringan di Bulukumba. Foto: Rendika Wijayanto / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Rubrik.co.id – Krisis air bersih akibat kemarau di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, meluas ke enam kecamatan. Hingga Sabtu, 19 September 2026, sebanyak 432 kepala keluarga atau 1.564 jiwa di 12 kelurahan dan desa telah menerima distribusi 144.000 liter air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba, Polres Bulukumba, dan Dinas Pemadam Kebakaran.

Angka tersebut disampaikan Kepala BPBD Bulukumba Andi Hasbullah dan dilaporkan Tribun-Timur. “Ada enam kecamatan yang warganya kita bantu air bersih,” kata Andi Hasbullah, dikutip dari media tersebut.

Wilayah terdampak sebelumnya terkonsentrasi di Kecamatan Herlang, Bontotiro, dan Bontobahari. Kemarau yang berlanjut membuat sumber air warga di sejumlah kecamatan lain ikut menyusut, sehingga permintaan pasokan air bertambah.

Belasan jeriken plastik putih, kuning, dan hitam berjajar di atas gerobak dorong berwarna biru, satu di antaranya dipasangi corong hijau
Ilustrasi jeriken air di atas gerobak dorong, bukan foto distribusi air bersih di Bulukumba. Foto: Taman Renyah / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0

Penerima Bantuan Naik Tiga Kali Lipat dalam Sebelas Hari

Perbandingan dengan catatan awal bulan memperlihatkan seberapa cepat dampaknya melebar. Pada Selasa, 8 September 2026, BPBD Bulukumba baru menyalurkan 70.000 liter air bersih untuk 127 kepala keluarga atau 441 jiwa, seperti dilaporkan Pluz.id. Dalam sebelas hari, jumlah penerima naik lebih dari tiga kali lipat dan volume air yang dikirim bertambah dua kali lipat.

Penyaluran juga datang dari berbagai arah. Radar Selatan memberitakan Polres bersama Dinas Pemadam Kebakaran turun ke Manyampa pada Senin, 15 September 2026, sementara pemerintah Desa Benteng Palioi menggandeng BPBD menyalurkan 10.000 liter sehari berikutnya.

Sumur Pesisir Ujung Loe Berubah Asin

Persoalan di pesisir tidak berhenti pada sumur yang kering. Di wilayah Dannuang dan Manyampa, Kecamatan Ujung Loe, air sumur warga berubah asin. Kondisi itu diduga terjadi karena air laut meresap ke sumber air tanah setelah ketersediaan air tawar berkurang selama kemarau. Kedua wilayah pesisir tersebut dihuni sekitar 400 jiwa.

Rubrik.co.id sebelumnya memberitakan 70 kepala keluarga di Luppung dan Manyampa yang sumurnya mengering dan berasa asin pada pertengahan September 2026. Pola yang sama kini dilaporkan berulang di titik-titik lain.

Untuk menambal kekurangan pasokan, Polres Bulukumba menyiagakan mobil water cannon setiap hari. Kabag Ops Polres Bulukumba AKP Sabri menyebut kendaraan itu dipakai mengangkut air bersih ke wilayah yang kekurangan.

BPBD Bulukumba memperkirakan dampak kekeringan akan terus melebar apabila kemarau berlanjut hingga Oktober 2026, dengan konsekuensi lebih banyak sumber air warga mengering dan kebutuhan distribusi meningkat.

Tekanan kemarau di Bulukumba tidak hanya menyentuh kebutuhan rumah tangga. Rubrik.co.id mencatat 662 hektare lahan pertanian terdampak kemarau di tengah antrean bahan bakar pada pekan kedua September 2026. Di tingkat provinsi, kekeringan juga melanda 13 kecamatan di Kabupaten Wajo dengan 303.000 liter air bersih yang telah disalurkan BPBD setempat.

BPBD Bulukumba belum merinci jumlah desa yang berpotensi menyusul terdampak maupun tambahan anggaran yang disiapkan untuk distribusi air hingga akhir kemarau.