Dituntut Mundur Suporter, Huistra Yakin PSS Segera Raih Poin

Redaksi Rubrik
Pintu masuk utama Stadion Maguwoharjo pada malam hari dengan papan nama stadion dan atap rangka baja yang diterangi lampu
Stadion Maguwoharjo, Sleman, kandang PSS. Foto lama, ilustrasi. Foto: Sam Hidayat / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Rubrik.co.id – Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra menanggapi dengan tenang tuntutan mundur dari suporter setelah timnya kalah 1-2 dari Dewa United pada pekan ketiga BRI Super League 2026/27 di Banten International Stadium, Serang, Minggu, 20 September 2026. Kekalahan itu yang ketiga secara beruntun bagi tim promosi tersebut, yang belum mengoleksi satu poin pun.

Seruan “Pieter out” terdengar dari tribun suporter PSS yang hadir di stadion, tulis Bola.com. JPNN Jogja juga mencatat gelombang desakan perombakan kursi pelatih dari pendukung Super Elang Jawa.

Huistra mengaku memahami kekecewaan itu. “Kami memiliki suporter yang sangat luar biasa di Sleman. Mereka sangat bergairah dan juga emosional. Setiap kali kami kalah, mereka ikut merasa kalah. Namun, mereka selalu memberikan dukungan,” ujarnya.

“Saya berharap mereka terus mendukung kami dan saya 100 persen yakin poin akan datang. Sejauh ini kami seharusnya bisa meraih hasil lebih baik, gol-gol lawan tercipta terlalu mudah. Namun, hasil bagus itu akan datang, saya sangat yakin,” kata Huistra, dikutip Bola.com.

Gerbang Stadion Maguwoharjo Kabupaten Sleman berornamen kelopak bermotif daun hitam putih, dengan tenda biru di depannya
Gerbang Stadion Maguwoharjo, tempat PSS menjamu PSM Makassar pada 11 Oktober 2026. Foto lama, ilustrasi. Foto: Aqilla Rahmi / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Tujuh Kali Kebobolan dalam Tiga Laga

PSS baru mencetak tiga gol lewat Matheus Fornazari, Melvyn Lorenzen, dan Christophe Nduwarugira, sementara gawangnya sudah kebobolan tujuh kali. Catatan itu menempatkan Laskar Sembada di peringkat ke-15 klasemen resmi I.League, hanya unggul jumlah gol memasukkan atas Persijap Jepara yang juga belum meraih poin. Huistra sudah menyebut awal musim ini mengecewakan sejak kekalahan kedua.

Soal posisinya, Huistra memilih menunggu perkembangan. “Mengenai posisi saya pribadi ya kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti. Bagi saya tidak masalah,” ujarnya. Ia menilai timnya perlu makin padu dan terbiasa dengan level kompetisi yang lebih tinggi.

Sebelum berangkat ke Serang, Huistra sudah menyinggung perbedaan level itu kepada laman resmi klub. “Di Super League, peluang-peluang tersebut harus bisa dimanfaatkan. Itulah perbedaan besarnya. Kami harus berkembang dengan sangat cepat agar bisa memenangkan pertandingan,” katanya.

Denda Komdis dan Duel Kontra PSM

Di luar lapangan, PSS juga dijatuhi denda Rp30 juta oleh Komite Disiplin PSSI karena suporter di tribun selatan melempar air minum kemasan saat menjamu Madura United pada 12 September 2026, menurut Bola.com.

Seusai jeda internasional FIFA, PSS menjamu PSM Makassar di Stadion Maguwoharjo pada Minggu, 11 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB. Laga itu mempertemukan dua tim yang sama-sama belum menang. PSM baru mengoleksi dua poin setelah ditahan Persita 2-2 di Parepare. PSS berharap bisa kembali diperkuat Frederic Injai, yang diperkirakan pulih pada Oktober atau November.