Daerah  

Profil Kecamatan Kindang Bulukumba: 12 Desa 1 Kelurahan

Redaksi Rubrik
Lereng bukit berpetak-petak ditanami barisan pohon kopi muda di atas tanah merah terbuka, dengan tegakan pohon tinggi dan menara listrik tegangan tinggi di punggung bukit
Ilustrasi kebun kopi rakyat di lereng bukit, difoto di kawasan Hutan Lindung Sitahoan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dan bukan di Kecamatan Kindang. Foto: ButetSinaga / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Kecamatan Kindang berada di bagian barat laut Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, berbatasan dengan Kabupaten Gowa, Sinjai, dan Bantaeng. Per September 2026, wilayahnya terdiri atas 12 desa dan 1 kelurahan seluas 150,67 kilometer persegi, dengan 36.392 penduduk menurut data 2025 Badan Pusat Statistik. Ibu kota kecamatannya berada di Kelurahan Borong Rappoa.

Kindang adalah kecamatan paling lengang di Bulukumba. Kepadatannya 241,53 jiwa per kilometer persegi, jauh di bawah rata-rata kabupaten yang 412,59 jiwa per kilometer persegi menurut daftar 10 kecamatan di Bulukumba. Wilayahnya menempati 12,82 persen luas kabupaten, tetapi hanya menampung 7,50 persen penduduknya.

Tumpukan buah kopi ceri berwarna merah tua mengilap memenuhi wadah berdasar gelap, sebagian masih menyisakan tangkai hijau
Ilustrasi buah kopi ceri arabika hasil panen petani, difoto di Pegunungan Arfak, Papua Barat, bukan di Kecamatan Kindang; kopi arabika dan robusta di Kindang tercatat 1.636 hektare pada Triwulan I 2024. Foto: Seriany Tonglo / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Apa Saja Desa dan Kelurahan di Kecamatan Kindang?

Kindang terbagi atas 13 desa dan kelurahan, dengan Borong Rappoa sebagai satu-satunya kelurahan. BPS Kabupaten Bulukumba mencatat batas Kindang di sebelah utara adalah Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Gowa, di timur Kecamatan Bulukumpa dan Kecamatan Rilau Ale, di selatan Kecamatan Gantarang, dan di barat Kabupaten Bantaeng. Tabel berikut memuat luas, jumlah penduduk, dan jarak tiap wilayah ke pusat pemerintahan kabupaten.

Desa/Kelurahan Luas (km²) Penduduk 2024 (jiwa) Jarak ke pusat kabupaten (km)
Balibo 8,50 3.812 17
Mattirowalie 5,46 2.489 18
Benteng Palioi 9,99 4.375 18
Garuntungan 12,43 3.311 24
Anrihua 12,25 4.074 22
Borong Rappoa (kelurahan) 18,29 3.614 29
Tamaona 6,28 2.799 30
Kindang 17,16 3.547 39
Oro Gading 16,32 1.457 33
Sopa 5,10 2.145 15
Somba Palioi 7,83 1.579 21
Sipaenre 9,64 1.477 23
Kahayya 33,20 1.206 40
Kindang 162,45 35.885 –

Sumber: BPS Kabupaten Bulukumba, Kecamatan Kindang Dalam Angka 2025 (rilis 26 September 2025), Tabel 1.1, 1.2, dan 3.1, data 2024; jarak dihitung dari kantor desa atau kelurahan dan dilaporkan pemerintah desa serta kelurahan setempat. Angka pembuka artikel ini memakai data 2025 dari Kabupaten Bulukumba Dalam Angka 2026, sehingga berbeda dengan baris total tabel.

Selisih antarpublikasi itu perlu dicatat. Buku kecamatan menulis luas Kindang 162,45 kilometer persegi untuk data 2024, sedangkan Kabupaten Bulukumba Dalam Angka 2026 menulis 150,67 kilometer persegi untuk data 2025 — beda 11,78 kilometer persegi. Angka penduduknya jauh lebih dekat, 35.885 jiwa berbanding 36.392 jiwa. Penduduk 2024 terdiri atas 17.764 laki-laki dan 18.121 perempuan, rasio jenis kelamin 98,03.

Sebaran penduduknya timpang. Desa Kahayya paling luas di kecamatan itu, 33,20 kilometer persegi atau seperlima wilayah Kindang, tetapi penduduknya paling sedikit, 1.206 jiwa. Kepadatannya sekitar 36 jiwa per kilometer persegi. Di ujung lain, Benteng Palioi menampung 4.375 jiwa pada 9,99 kilometer persegi, sekitar 438 jiwa per kilometer persegi, dan jaraknya hanya 18 kilometer dari pusat kabupaten.

Cengkeh dan Kopi Jadi Tumpuan Petani Kindang

Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba pada Portal Open Data Bulukumba, kondisi Triwulan I 2024, menempatkan cengkeh sebagai komoditas perkebunan rakyat terluas di Kindang dengan 2.911 hektare dan 5.449 kepala keluarga petani. Dalam berkas yang sama untuk Kecamatan Bulukumpa, cengkeh tercatat 1.455 hektare, sehingga lahan cengkeh Kindang dua kali lipat lahan cengkeh tetangganya itu.

Kopi menempati urutan berikutnya. Kopi robusta tercatat 1.090 hektare dengan 4.127 kepala keluarga petani, sedangkan kopi arabika 546 hektare dengan 1.140 kepala keluarga. Digabung, lahan kopi rakyat di Kindang mencapai 1.636 hektare. Kopi arabika dari Desa Kahayya sudah lebih dulu tercatat sebagai indikasi geografis terdaftar. Menyusul kakao 731 hektare, lada 293 hektare, pala 100 hektare, jambu mete 67 hektare, kelapa dalam 39 hektare, serta vanili 4 hektare.

Dari sisi layanan dasar, Data Pokok Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dikutip BPS mencatat 25 sekolah dasar negeri, delapan sekolah menengah pertama negeri, satu sekolah menengah atas negeri, dan satu sekolah menengah kejuruan negeri pada tahun ajaran 2024/2025, ditambah 30 taman kanak-kanak yang seluruhnya swasta. Pendataan Potensi Desa BPS 2024 mencatat dua desa atau kelurahan di Kindang memiliki puskesmas rawat inap, dan satu memiliki apotek. Pada periode Januari–April 2024, empat desa melaporkan kejadian tanah longsor dan lima desa melaporkan angin puyuh.

Liputan Rubrik dari Kecamatan Kindang

Sejumlah peristiwa di Kindang sudah diberitakan Rubrik.co.id, antara lain Jambore Pelayanan Pemkab Bulukumba yang dibuka di Kindang, serta dugaan pembegalan terhadap seorang pedagang di Benteng Palioi yang diselidiki Polres Bulukumba. Profil kecamatan tetangganya sudah tersedia dalam Kecamatan Gantarang dan Kecamatan Bulukumpa.