Daerah  

150 Guru Ikut Seminar Bahasa Bugis di Bulukumba

Redaksi Rubrik
Gedung Kantor Bupati Bulukumba beratap pelana merah dengan lambang Garuda dan tulisan Bulukumba Berlayar di dinding depan
Kantor Bupati Bulukumba, tempat seminar berlangsung. Foto: Midori / Wikimedia Commons, CC BY 3.0

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Seminar Bahasa Bugis tingkat Kabupaten Bulukumba berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba pada Selasa, 29 September 2026, diikuti sekitar 150 guru dan kepala sekolah dari wilayah berbahasa Bugis. Kegiatan bertema Diseminasi Buku Bahasa Daerah Bugis sebagai Muatan Lokal itu diarahkan untuk memperkuat pemakaian bahasa daerah dalam pembelajaran di sekolah.

Seminar menjadi wadah bagi para pendidik memahami isi buku Bahasa Bugis yang dapat dipakai sebagai rujukan mengajar.

Pembahasan dilakukan langsung bersama penulis bukunya.

Buku Dibedah Langsung Bersama Penulis

Perwakilan Penerbit Erlangga, Izar, mengatakan pembedahan buku dilakukan agar guru memahami isi dan materinya sebelum dipakai di kelas.

“Tujuannya membedah buku langsung dari penulisnya agar bisa dimanfaatkan oleh guru. Dengan begitu, guru bisa memahami isi buku dan menggunakannya sebagai referensi muatan lokal Bahasa Bugis dalam proses mengajar,” kata Izar, dilansir Radar Selatan.

Menurutnya, pembelajaran Bahasa Bugis di sekolah merupakan salah satu upaya melestarikan bahasa daerah.

Ia berharap buku tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh guru dalam pembelajaran muatan lokal.

Buku yang dibedah diposisikan sebagai rujukan, bukan buku wajib, sehingga pemakaiannya bergantung pada kebijakan tiap sekolah.

Peserta yang hadir terdiri atas guru dan kepala sekolah, dua kelompok yang menentukan apakah muatan lokal benar-benar dijalankan di kelas.

Sambutan dari Kepala Sekolah

Kepala SDN 2 Terang-terang Kabupaten Bulukumba, Kaharuddin Sulthan, mengapresiasi pelaksanaan seminar tingkat kabupaten tersebut.

Kehadiran buku rujukan dinilai membantu guru memberikan pembelajaran sekaligus membuat siswa lebih memahami Bahasa Bugis.

Undangan seminar ditujukan ke wilayah berbahasa Bugis di kabupaten ini, bukan ke seluruh kecamatan.

Kegiatan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, ruang yang biasa dipakai untuk pertemuan tingkat kabupaten.

Belum ada keterangan apakah buku tersebut akan dipakai serentak pada tahun ajaran berjalan atau menunggu keputusan dinas terkait.

Bulukumba Tidak Berbahasa Tunggal

Penyebutan wilayah Bugis pada seminar ini berkaitan dengan kenyataan bahwa Bulukumba tidak memakai satu bahasa daerah saja. Selain Bugis, kabupaten ini memiliki penutur bahasa Konjo yang persebarannya dirangkum Rubrik.co.id dalam penjelasan bahasa Konjo di Bulukumba.

Karena itu, muatan lokal bahasa daerah di kabupaten ini tidak seragam antarkecamatan. Sekolah di wilayah penutur Konjo memerlukan bahan ajar yang berbeda dari sekolah di wilayah penutur Bugis.

Latar sejarah wilayah yang membentuk perbedaan tersebut dimuat dalam jejak kerajaan lama di Bulukumba. ***