SINJAI, Rubrik.co.id – PLN Unit Induk Distribusi Sulselrabar meraih penghargaan Silver pada CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2026 lewat program Kampung Energi Mandiri Saukang di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, yang diumumkan pada Kamis, 1 Oktober 2026 di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Jakarta Selatan.
Penghargaan itu digelar Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama Indonesia Social Sustainability Forum (ISSF), dilansir ANTARA News Makassar.
Pada ajang tersebut, sebanyak 61 perusahaan dengan total 74 program menerima penghargaan.
Satu Digester Biogas untuk Sepuluh Rumah
Program yang dinilai berlokasi di Dusun Bakae, Desa Saukang, Kabupaten Sinjai.
Isinya satu unit digester biogas berkapasitas 12 meter kubik yang menampung kotoran ternak dari kandang sapi komunal.
Satu kandang sapi komunal dibangun dalam program yang sama, sehingga bahan baku biogas tidak lagi tersebar di kandang-kandang perorangan.
Jaringan biogas yang terbentuk melayani 10 rumah tangga di dusun tersebut.
Skalanya kecil, tetapi rantainya tertutup: ternak menghasilkan limbah, limbah menjadi gas, dan gas dipakai kembali oleh rumah yang memelihara ternak itu.
PLN Sebut Program Berbasis Potensi Warga
General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah menyatakan program tersebut bertumpu pada apa yang sudah dimiliki warga.
“Melalui Kampung Energi Mandiri Saukang, PLN mendukung masyarakat mengolah potensi yang tersedia di sekitarnya menjadi sumber energi bersih dan peluang ekonomi,” kata Edyansyah.
Ia menempatkan penghargaan itu sebagai dorongan untuk melanjutkan pola kerja yang sama.
“Penghargaan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi agar masyarakat semakin mandiri dalam mengelola sumber daya desanya,” ujarnya.
Program dikerjakan bersama Yayasan Peduli Bangsa (YPB) Sinjai, pemerintah setempat, dan masyarakat Desa Saukang.
Sinjai dan Posisinya di Peta Program Sulsel
Sinjai berbatasan langsung dengan Bulukumba dan kerap masuk dalam satu paket program pembangunan di wilayah selatan Sulawesi Selatan.
Pada akhir September 2026, dua menteri berkunjung ke KNMP Sinjai, sementara Bulukumba memiliki KNMP Bentenge. Perbandingannya tercatat dalam liputan KNMP Sinjai dan Bentenge.
Sinjai juga lebih dulu menuntaskan Sekolah Rakyat, sedangkan Bulukumba belum masuk daftar, sebagaimana dicatat dalam liputan Sekolah Rakyat Sulsel.
Di sisi kelistrikan, Pemda se-Sulsel menyinkronkan usulan listrik desa untuk periode 2026-2029. Prosesnya tercatat dalam liputan Lisdes Sulsel.
Program biogas seperti di Saukang berada di luar jalur jaringan listrik, karena yang digantikan adalah bahan bakar memasak, bukan pasokan setrum.
Laporan ANTARA tidak merinci berapa lama digester itu sudah beroperasi maupun berapa volume gas yang dihasilkan per hari.
Tidak disebutkan pula apakah PLN Sulselrabar berencana menggandakan pola Saukang ke desa lain di Sinjai atau kabupaten tetangganya. ***
