BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf bersama jajaran Inspektorat Kabupaten Bulukumba meninjau progres pembangunan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Kabupaten Bulukumba, Rabu, 30 September 2026, untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan ketentuan.
Peninjauan dilakukan langsung di lokasi pembangunan.
Rombongan memantau kondisi fisik bangunan sekaligus membahas tahapan pekerjaan hingga proses penyelesaian.
Pemeriksaan sebagai Bagian Koordinasi
Keikutsertaan Inspektorat menempatkan kunjungan itu bukan sekadar peninjauan seremonial.
Inspektorat merupakan aparat pengawas internal di lingkungan pemerintah daerah.
Pemeriksaan menjadi bagian dari koordinasi agar fasilitas yang dibangun benar-benar siap saat mulai digunakan.
Tahapan pekerjaan dibahas sampai titik penyelesaian, bukan hanya capaian fisik pada hari kunjungan.
Pembangunan selanjutnya diarahkan hingga tahap penyelesaian dan kesiapan fasilitas sebelum dimanfaatkan untuk pelayanan masyarakat.
Agenda peninjauan itu dilansir Berita Bulukumba.
Rp2 Miliar dari BAZNAS RI dan Rp700 Juta Dana Sharing
Pembangunan RSB Bulukumba mendapat dukungan pembiayaan dari BAZNAS RI sekitar Rp2 miliar.
Dukungan tersebut tidak terbatas pada bangunan, melainkan juga mencakup meubelair dan peralatan kesehatan.
BAZNAS Kabupaten Bulukumba menambahkan dana sharing sekitar Rp700 juta.
Dana sharing itu bersumber dari infak yang dihimpun lembaga amil zakat tingkat kabupaten tersebut.
Digabung, dukungan pusat dan dana sharing kabupaten itu mencapai sekitar Rp2,7 miliar.
Dengan komposisi itu, porsi daerah dalam pembiayaan berada di kisaran seperempat dari total dukungan yang disebutkan.
Karena bersumber dari infak, bagian daerah itu berasal dari himpunan masyarakat, bukan dari belanja APBD.
Sasaran Layanan bagi Mustahik
Rumah Sehat BAZNAS disiapkan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Sasaran utamanya adalah mustahik, yakni kelompok yang berhak menerima zakat dan membutuhkan akses layanan kesehatan.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan memudahkan warga memperoleh pelayanan tanpa harus menempuh jarak ke fasilitas yang lebih jauh.
Bulukumba saat ini bertumpu pada 21 puskesmas yang tersebar di sepuluh kecamatan untuk layanan tingkat pertama.
Rujukan lanjutan bermuara ke RSUD Andi Sulthan Daeng Radja yang berstatus kelas B.
Dokumen yang tersedia belum menyebut jenis layanan apa saja yang akan dibuka di RSB maupun target waktu operasionalnya.
Program Lain BAZNAS Bulukumba
Rumah Sehat bukan satu-satunya program yang berjalan di lembaga tersebut.
BAZNAS Bulukumba juga menjalankan Z-Mart, program bantuan modal usaha berbentuk warung kelontong bagi mustahik.
Untuk penyaluran tahap kedua, lembaga itu menyiapkan sepuluh penerima Z-Mart.
Bentuk bantuannya pun berbeda: Z-Mart berupa modal usaha yang berputar, sedangkan RSB berupa bangunan layanan yang menetap.
Dua program itu berjalan pada jalur berbeda: Z-Mart menyasar pemberdayaan ekonomi, sedangkan RSB menyasar akses kesehatan.
Andi Edy Manaf sendiri pada 27 September 2026 dipercaya memimpin ICMI Bulukumba periode 2026-2031. ***
