Daerah  

Dinkes Sulsel: Influenza Disebabkan Virus, Bukan Panas

Redaksi Rubrik
Bangunan fasilitas kesehatan bercat terang dengan papan nama dan halaman parkir di depannya
Ilustrasi fasilitas layanan kesehatan. Foto ini bukan gambar kantor Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan.

MAKASSAR, Rubrik.co.id – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan cuaca panas, El Nino, maupun kemarau panjang bukan penyebab langsung penyakit influenza. Kepala Dinkes Sulsel Evi Mustikawati menyatakan influenza disebabkan virus, meski peningkatan kasusnya dapat mengikuti pola musiman, Minggu, 4 Oktober 2026.

Penegasan itu disampaikan di tengah peringatan dini udara panas yang berlaku di sejumlah wilayah provinsi tersebut.

Virus, Bukan Suhu

“Pada prinsipnya influenza disebabkan oleh virus, bukan semata-mata karena cuaca panas atau El Nino. Jadi kita tidak bisa mengatakan bahwa panas secara langsung menyebabkan influenza A. Peningkatan influenza memang dapat mengikuti pola musiman,” kata Evi, sebagaimana dilaporkan Rakyat Sulsel.

Ia tetap meminta masyarakat menjaga daya tahan tubuh selama cuaca panas berlangsung.

Empat Anjuran Selama Cuaca Panas

Evi mengimbau warga memperbanyak konsumsi cairan tanpa menunggu rasa haus, menjaga pola makan bergizi, mencukupi waktu tidur, dan mengurangi aktivitas fisik berat saat terik matahari.

“Di tengah cuaca yang cukup panas, kami mengimbau masyarakat untuk cukup minum, jangan menunggu sampai haus, menjaga pola makan bergizi, cukup tidur, dan mengurangi aktivitas fisik yang berat pada saat terik matahari,” ujarnya.

Selain itu, warga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat: rajin mencuci tangan, memakai masker ketika sakit atau berada di tempat padat, menerapkan etika batuk dan bersin, serta mengurangi kontak dengan orang lain saat bergejala.

Perhatian lebih diminta untuk kelompok rentan, yakni anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang penyakit penyerta.

Bersamaan dengan Peringatan Udara Panas

Keterangan itu keluar pada hari yang sama saat BMKG Wilayah IV Makassar memasukkan sejumlah daerah Sulawesi Selatan ke kategori Waspada udara panas. Bulukumba termasuk di antaranya, dengan peringatan berlaku 4 sampai 6 Oktober 2026 pada ambang 35 sampai 40 derajat Celsius.

Pada periode yang sama, kualitas udara di provinsi ini juga terpengaruh kiriman asap karhutla dari Kalimantan, yang menurut BMKG memburuk pada dini hari sampai menjelang siang.

Fasilitas kesehatan yang melayani warga Bulukumba, mulai dari puskesmas sampai rumah sakit, dirangkum dalam daftar puskesmas dan rumah sakit di Bulukumba.

Kelompok yang Diminta Lebih Waspada

Evi meminta perhatian lebih diberikan kepada kelompok rentan, yakni anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki penyakit penyerta. Kelompok itu dinilai lebih berisiko mengalami gejala berat.

Anjuran perilaku hidup bersih dan sehat yang disebutkan mencakup empat hal: rajin mencuci tangan, memakai masker saat sakit atau berada di tempat padat, menerapkan etika batuk dan bersin, serta mengurangi kontak dengan orang lain ketika bergejala.

Dinkes Sulsel belum merilis angka kasus influenza terbaru untuk provinsi itu hingga berita ini diterbitkan. ***