Ringkasan
- Daftar wilayah berisiko disusun badan penanggulangan bencana daerah dan pernah berubah, dari dua kecamatan menjadi empat kecamatan.
- Risiko di dataran tinggi dan di tepi laut berbeda jenis, sehingga wilayahnya pun tidak saling bertumpang tindih.
- Pemicunya disebut curah hujan yang melampaui dua kali keadaan normal, jadi peringatannya musiman, bukan sepanjang tahun.
BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Jawaban langsung: BPBD Bulukumba menetapkan empat kecamatan sebagai zona rawan longsor pada 2025, yakni Kindang, Kajang, Bulukumpa, dan Herlang. Untuk abrasi, wilayah yang dipetakan berbeda, yaitu pesisir Gantarang, Ujung Bulu, Ujung Loe, dan Bonto Bahari. Daftar longsornya sempat hanya dua kecamatan pada 2020. Artikel ini memuat kedua peta itu beserta kejadiannya.
Empat Kecamatan Rawan Longsor
Pada Juni 2025, BPBD Bulukumba merilis empat kecamatan yang berpotensi rawan longsor saat curah hujan tinggi.
| Tahun rilis | Wilayah rawan longsor |
|---|---|
| 2020 | Sebagian Kindang (Desa Kahayya, Kindang, Tamaona, Kelurahan Borong Rappoa) dan sebagian Kajang |
| 2025 | Kindang, Kajang, Bulukumpa, Herlang |
Keterangan 2025 disampaikan Kepala BPBD Bulukumba, Andi Hasbullah, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Abdul Haris. Saat rilis itu keluar, longsor sudah terjadi di Kajang dan merusak satu rumah warga.
Daftar 2020 jauh lebih sempit. Kepala BPBD saat itu, Andi Akrim, menyebut delapan kecamatan lainnya masih berada di zona aman.
Pesisir yang Dipetakan Rawan Abrasi
Peta kedua menyangkut garis pantai, dan wilayahnya sama sekali berbeda. Pada Januari 2020, BPBD memetakan pesisir Gantarang, Ujung Bulu, Ujung Loe, dan Bonto Bahari sebagai wilayah rawan abrasi.
Pemicu yang disebut sama untuk kedua jenis bencana, yakni intensitas hujan di atas dua kali keadaan normal.
Tiga dari empat kecamatan itu juga menjadi lokasi penanaman mangrove, yang dicatat terpisah dalam catatan mangrove Bulukumba. Mangrove memang tumbuh di garis yang sama dengan yang terancam abrasi.
Kejadian yang Tercatat di Kajang
Peta itu bukan peringatan di atas kertas. Pada Juli 2024, seorang warga meninggal tertimpa longsor di Kampung Raoa, Desa Lembang Lohe, Kecamatan Kajang.
Kejadiannya berlangsung malam hari, ketika korban melintas di jalan poros kampung dengan sepeda motor. Sejumlah kendaraan ikut tertahan karena jalan tidak bisa dilewati.
Jalan Putus di Herlang
Setahun berikutnya giliran Herlang. Pada 28 Juni 2025, longsor memutus jalan di Lingkungan Alorang, Kelurahan Tanuntung.
Lurah Tanuntung, Andi Purbaya, menyebut jalan itu menghubungkan sejumlah wilayah pesisir yang penduduknya mayoritas nelayan. Enam perkampungan terkena dampaknya.
Warga tidak sampai terisolir karena masih ada jalan alternatif untuk membawa hasil tangkapan ke pasar.
Cara Membaca Peta Ini
Dua hal perlu dipegang saat memakai daftar di atas. Pertama, daftarnya berubah seiring waktu, jadi rilis terbaru BPBD yang berlaku, bukan daftar lama.
Kedua, pemetaan itu menyebut kecamatan, bukan desa per desa. Rilis 2020 memang menyebut empat nama wilayah di Kindang, tetapi rilis 2025 berhenti di tingkat kecamatan.
Rincian desa rawan untuk keempat kecamatan versi 2025 belum pernah diumumkan, begitu pula peta abrasi yang diperbarui setelah 2020. ***
Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.
