Daerah  

Ambulans Puskesmas di Bulukumba dan Armadanya

Redaksi Rubrik
Sebuah ambulans Suzuki APV berwarna perak dengan lampu rotator menyala melintasi jalan sempit di antara deretan toko, sementara seorang pengendara motor berada di sisi kiri bingkai, serta teks judul "Armada Ambulans" dan label Rubrik.co.id di bagian atas gambar
Ilustrasi ambulans yang sedang melintas, diambil di Indonesia dengan nomor polisi wilayah Bandung, bukan di Bulukumba. Kendaraan dalam foto ini bukan ambulans yang terlibat kecelakaan yang dibahas artikel. Foto: Dickelbers / Wikimedia Commons, CC BY 4.0, diberi teks judul oleh Rubrik.co.id

Ringkasan

  • Pada 2024, tiga belas puskesmas berikut satu rumah sakit daerah mendapat ambulans hasil pengadaan dana alokasi khusus.
  • Satu puskesmas mengaku kendaraan lamanya berasal dari pengadaan tahun 2017, sehingga penggantian itu memperbaiki mobilitas rujukan hariannya.
  • Hak prioritas ambulans di jalan diatur undang-undang, tetapi arsip ini memuat satu tabrakan saat membawa pasien rujukan.

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Jawaban langsung: Ambulans puskesmas di Bulukumba bertambah paling banyak pada 2024, ketika tiga belas puskesmas dan RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja menerima unit baru dari Dana Alokasi Khusus Kementerian Kesehatan. Arsip Rubrik.co.id memuat sumber pendanaannya, satu keluhan soal usia kendaraan lama, dan satu kecelakaan yang terjadi saat ambulans mengantar pasien rujukan ke rumah sakit daerah.

Penambahan Armada pada 2024

Penyerahan ambulans secara simbolis dilakukan Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf pada 19 Agustus 2024, di sela apel gabungan organisasi perangkat daerah di halaman kantor bupati. Yang diserahkan hari itu adalah unit untuk RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja beserta lima puskesmas.

Angka totalnya lebih besar dari yang terlihat di acara tersebut. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr Amrullah, delapan puskesmas sudah menerima ambulans beberapa hari sebelumnya, sehingga penerima pada tahun itu berjumlah tiga belas puskesmas ditambah satu unit untuk rumah sakit daerah.

Sumber Pendanaannya

Pengadaan itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus Kementerian Kesehatan tahun anggaran 2024, bukan dari belanja daerah murni. Keterangan itu datang dari Kepala Dinas Kesehatan pada hari penyerahan.

Perbedaan sumber dana ini bukan soal administrasi semata. Pengadaan yang bergantung pada transfer pusat berarti penambahan armada tidak otomatis berulang setiap tahun, dan arsip ini memang tidak memuat penyerahan ambulans sebanyak itu pada tahun-tahun sesudahnya.

Usia Kendaraan yang Digantikan

Satu keterangan dari penerima menunjukkan jarak waktu penggantiannya. Kepala Puskesmas Tanete, H Syafril, menyebut ambulans yang dipakai sampai saat itu merupakan pengadaan 2017. Dengan kata lain, kendaraan operasional yang digantikan sudah berusia sekitar tujuh tahun.

Pada hari yang sama, bupati meminta para kepala puskesmas penerima merawat kendaraan itu sebaik-baiknya, dengan alasan kendaraan operasional menghemat pengeluaran pribadi pegawai yang memakainya. Permintaan itu disampaikan sebagai imbauan, bukan sebagai aturan perawatan yang terukur.

Hak Prioritas di Jalan

Ambulans termasuk kendaraan yang mendapat hak utama di jalan. Pemberitaan Rubrik.co.id soal kecelakaan ambulans pada 2025 menyinggung undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan sebagai dasar hak tersebut, tanpa menguraikan pasalnya secara lengkap.

Hak prioritas bukan berarti kebal dari kecelakaan, dan arsip ini memuat satu contohnya.

Satu Kecelakaan saat Rujukan

Pada malam 3 Juli 2025, sebuah ambulans Suzuki APV milik Puskesmas Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, bertabrakan dengan sepeda motor di pertigaan Jalan Kusuma Bangsa dan Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Ujung Bulu. Ambulans itu sedang membawa pasien rujukan menuju RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja.

Kasat Lantas Polres Bulukumba saat itu, AKP H Muh Nawir, membenarkan asal kendaraan tersebut dan menjelaskan arah datangnya masing-masing: ambulans dari arah Bontonyeleng, sepeda motor dari arah Jalan Sam Ratulangi. Pengendara motor adalah pasangan suami istri warga Dusun Balagana, Desa Tanah Toa, Kecamatan Kajang.

Perkaranya tidak berlanjut ke proses hukum. Kepala Puskesmas Bontonyeleng menemui korban di rumah sakit, dan kedua pihak sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan. Arsip ini tidak memuat keterangan soal kondisi pasien rujukan yang berada di dalam ambulans saat tabrakan terjadi.

Jumlah Puskesmas yang Tidak Tetap

Angka puskesmas di kabupaten ini bergeser antarpemberitaan, dan itu perlu disebut terus terang. Kegiatan Dinas Kesehatan pada Agustus 2025 soal layanan kesehatan jiwa dihadiri penanggung jawab program dari dua puluh puskesmas se-Kabupaten Bulukumba. Pendataan Rubrik.co.id pada September 2026 mencatat 21 puskesmas dan sebarannya per kecamatan.

Selisih satu unit itu bisa berarti ada puskesmas baru, bisa pula berarti satu di antaranya tidak hadir dalam kegiatan tersebut. Arsip ini tidak memuat penjelasan yang memastikan salah satunya.

Yang Belum Ada dalam Arsip Ini

Tiga hal tidak terjawab. Pertama, tidak ada daftar puskesmas mana saja yang menerima ambulans pada 2024, sehingga tidak bisa diketahui kecamatan mana yang sudah terlayani dan mana yang belum. Kedua, tidak ada jumlah total ambulans puskesmas yang beroperasi di Bulukumba hari ini. Ketiga, tidak ada nomor panggilan khusus untuk meminta ambulans puskesmas.

Untuk kebutuhan praktis, yang tersedia dalam arsip ini adalah daftar puskesmas dan rumah sakit di Bulukumba beserta rujukan ke nomor layanan gawat darurat. Satu puskesmas, yaitu Puskesmas Ponre di Kecamatan Gantarang, bahkan pernah membuka kanal pengaduan kesehatan lewat nomor ponsel petugasnya sejak Mei 2025, meski nomor yang dipublikasikan saat itu perlu diperiksa ulang sebelum dipakai. Program kesehatan lain yang ditangani lewat puskesmas dapat dibaca pada catatan soal angka stunting di Bulukumba. ***

Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.