Daerah  

Jaringan Listrik di Bulukumba dan Risikonya

Redaksi Rubrik
Puncak tiang listrik beton dengan trafo kotak, deretan isolator keramik, dan banyak kabel yang menjulur ke berbagai arah, berlatar langit biru, serta teks judul "Tiang dan Kabel Listrik" dan label Rubrik.co.id - Daerah di bagian atas gambar
Ilustrasi tiang listrik beserta trafo dan jaringan kabelnya, diambil di Klaten, Jawa Tengah, bukan di Bulukumba. Foto: NawanP / Wikimedia Commons, CC BY 4.0, diberi teks judul oleh Rubrik.co.id

Ringkasan

  • Kabel tanpa pembungkus masih melintang di sepanjang satu jalan poros desa, dan warga sudah berulang kali memintanya diganti.
  • Sebatang pohon yang roboh ke kabel induk sudah cukup membuat satu kecamatan penuh kehilangan aliran listriknya.
  • Langkah pemindahan tiang yang pernah dimuat ternyata disalin dari laman pihak ketiga, jadi bukan panduan resmi.

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Jawaban langsung: Gangguan listrik di Bulukumba paling sering berawal dari jaringan di tepi jalan. Kabel telanjang di Desa Garuntungan pernah beberapa kali putus, tiang di jalan poros Bulukumba menuju Sinjai nyaris roboh tertiup angin, dan sebatang pohon tumbang memadamkan hampir seluruh desa di Kecamatan Kindang.

Kabel Telanjang di Garuntungan

Keluhan paling lama berumur menyangkut jenis kabelnya. Pada Mei 2024, sejumlah warga Desa Garuntungan, Kecamatan Kindang, mendesak PLN segera mengganti kabel jaringan yang masih telanjang di sepanjang jalan poros desa itu.

Kabel telanjang adalah penghantar tanpa lapisan pembungkus. Warga bernama Anchy Siregar menyebut kabel semacam itu sudah beberapa kali putus, terutama pada musim kemarau panjang, dan saat putus menimbulkan percikan karena tegangannya tinggi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian-kejadian itu.

Menurutnya, PLN sudah mengganti tiang listrik di sepanjang poros desa itu dan tiang barunya sudah cukup lama terpasang. Yang belum diganti justru kabelnya, dari telanjang menjadi berbungkus.

Angin, Pohon, dan Pemadaman Sekecamatan

Dua kejadian pada awal 2025 memperlihatkan betapa mudahnya jaringan ini terganggu cuaca.

Pada Jumat sore, 31 Januari 2025, tiang listrik di jalan poros Bulukumba menuju Sinjai, tepatnya di Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang, miring ke tengah jalan dan nyaris roboh akibat angin kencang disertai hujan. Satu pohon di dekatnya ikut roboh. Kabel utama dilaporkan putus, dan Desa Palambarae serta Bontonyeleng padam. Petugas BPBD dan PLN datang ke lokasi.

Sepekan kemudian, pada Sabtu, 7 Februari 2025 sekitar pukul 11.00 WITA, sebatang pohon di pinggir jalan tumbang dan menimpa kabel induk PLN di Dusun Uluparang, Desa Benteng Palioi, Kecamatan Kindang.

Kepala Dusun Benteng Palioi, Herman, menyebut akibatnya pemadaman terjadi di hampir semua desa di Kecamatan Kindang. Darmi, ibu rumah tangga di Desa Bontonyeleng, menyatakan listrik di tempatnya ikut padam hampir satu jam, sehingga dampaknya menyeberang sampai Kecamatan Gantarang. Soal pohon tumbang itu sendiri dibahas di catatan pohon tumbang dan angin kencang.

Tiang yang Berdiri Terlalu Dekat Rumah

Persoalan yang berbeda muncul ketika permukiman tumbuh mengelilingi tiang yang sudah lebih dulu berdiri.

Pada Agustus 2025 masih ditemukan tiang listrik di pinggir jalan yang sangat dekat dengan rumah warga. Sebagian warga bahkan menambah bangunan tanpa memindahkan tiangnya lebih dulu.

Rosmiati, warga Kecamatan Gantarang, menceritakan ia membangun kanopi di depan rumahnya dan terpaksa menyesuaikan diri dengan tiang yang sudah ada. Tukangnya menutup separuh tiang memakai seng yang dilubangi seukuran tiang itu.

Kekhawatiran yang disebutnya sederhana, yaitu tiang itu roboh dan menimpa rumah mereka.

Satu Catatan soal Prosedur Pemindahan

Laporan yang sama memuat langkah-langkah memindahkan tiang listrik. Perlu dinyatakan terbuka bahwa langkah-langkah itu dikutip dari sebuah situs lain, bukan dari keterangan resmi PLN Bulukumba maupun wawancara dengan petugasnya.

Karena itu Rubrik.co.id tidak menurunkan ulang prosedur tersebut di sini. Informasi yang menyangkut keselamatan dan kewenangan perusahaan listrik sebaiknya dipastikan langsung ke kantor PLN setempat atau saluran layanan resminya.

Yang bisa dinyatakan dari laporan itu hanya kenyataan di lapangan, yakni banyak warga belum mengetahui cara mengusulkan pemindahan tiang.

Yang Belum Tersedia

Panjang jaringan PLN di Bulukumba yang masih memakai kabel telanjang tidak tersedia dalam arsip pemberitaan, begitu pula rencana penggantiannya. Tanpa angka itu, keluhan Garuntungan tidak bisa diketahui mewakili berapa banyak desa lain.

Jumlah dan lama pemadaman per tahun juga belum terdata. Yang bisa ditelusuri hanya kejadian yang kebetulan diberitakan, bukan rekapitulasi gangguan.

Dua hal perlu ditanyakan langsung ke PLN setempat: apakah kabel di poros Garuntungan sudah diganti sesudah keluhan Mei 2024, dan bagaimana prosedur resmi pemindahan tiang beserta siapa yang menanggung biayanya. Keduanya tidak bisa dijawab dari arsip berita. ***

Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.