Daerah  

18 Objek Wisata Bulukumba Terdaftar di Sisparnas Kemenpar

Redaksi Rubrik
Jembatan dan tangga kayu menuruni tebing karang menuju laut biru kehijauan di kawasan Apparalang, Kecamatan Bonto Bahari, Bulukumba, dengan beberapa pengunjung berjalan di atas jembatan
Jembatan kayu di kawasan Tebing Apparalang, Desa Ara, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba. Foto: Imingphotography / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Sistem Informasi Kepariwisataan Nasional (Sisparnas) Kementerian Pariwisata mencatat 18 daya tarik wisata di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang berstatus diverifikasi dinas pariwisata per September 2026. Sembilan di antaranya berada di Kecamatan Bonto Bahari, sedangkan lima dari sepuluh kecamatan di kabupaten itu belum punya satu pun entri.

Sisparnas adalah basis data resmi yang dikelola Kementerian Pariwisata dan memuat profil daya tarik wisata, akomodasi, serta simpul transportasi di seluruh Indonesia. Setiap entri memuat desa atau kelurahan, kecamatan, titik koordinat, dan keterangan bahwa profilnya sudah diverifikasi dinas pariwisata setempat. Penelusuran basis data itu pada Rabu, 23 September 2026, menghasilkan daftar berikut.

Hamparan pasir putih Pantai Tanjung Bira dengan beberapa perahu kecil di perairan dangkal, tebing karang rendah di sisi kanan, dan bangunan penginapan di kejauhan
Pantai Tanjung Bira di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba; pantai ini tidak ditemukan dalam penelusuran basis data Sisparnas pada 23 September 2026. Foto: Midori / Wikimedia Commons, CC BY 3.0
Objek wisata Desa/Kelurahan Kecamatan Koordinat
Tebing Apparalang Ara Bonto Bahari -5,537527; 120,449453
Pantai Mandala Ria Lembanna Bonto Bahari -5,51885; 120,447308
Gua Passohara Lembanna Bonto Bahari -5,52181; 120,44479
Bakung-Bakung View Sunrise Lembanna Bonto Bahari -5,51472; 120,43278
Pantai Kasuso Darubiah Bonto Bahari -5,56097; 120,44563
Panaikang Birayya Darubiah Bonto Bahari -5,57108; 120,45205
Dego Dego na Bira Darubiah Bonto Bahari -5,571958; 120,455983
Pantai Lemo-Lemo Tanah Lemo Bonto Bahari -5,584578; 120,392864
Sentra Pembuatan Perahu Tradisional Pinisi tidak dirinci Bonto Bahari -5,526619; 120,359623
Wisata Alam Kahayya (Donggia) Kahayya Kindang -5,324322; 120,001981
Danau Lurayya Kahayya Kindang -5,33261; 120,00558
Air Terjun Gamacayya Kahayya Kindang -5,342476; 120,01191
Air Terjun Bravo 45 tidak dirinci Kindang -5,36919; 120,017378
Permandian Wae Tuo Temboe Bontominasa Bulukumpa -5,33837; 120,21345
Permandian Alam Corner Jawi-jawi Bulukumpa -5,33209; 120,14289
Bonto Massailea Bukit Harapan Gantarang -5,478435; 120,163507
Lembah Biru Palambarae Gantarang -5,505385; 120,191893
Permandian Hila-Hila tidak dirinci Bontotiro -5,4695592; 120,4240149

Sumber: Sisparnas Kementerian Pariwisata, profil daya tarik pariwisata Kabupaten Bulukumba, ditelusuri 23 September 2026. Nama ditulis sesuai entri, termasuk Air Terjun Bravo 45 yang di Sisparnas tertulis “Ait Terjun Bravo 45”.

Kecamatan Mana yang Paling Banyak Terdaftar?

Sebaran ke-18 entri itu timpang. Kecamatan Bonto Bahari menyumbang sembilan entri, Kindang empat, Bulukumpa dan Gantarang masing-masing dua, serta Bontotiro satu. Lima kecamatan lain — Ujung Bulu, Ujung Loe, Rilau Ale, Herlang, dan Kajang — tidak terwakili sama sekali dalam penelusuran itu.

Pemusatan di Bonto Bahari sejalan dengan letak kawasan wisata pesisir selatan kabupaten. Desa Darubiah dan Lembanna masing-masing menyumbang tiga entri, sedangkan Desa Ara memuat Tebing Apparalang. Kecamatan itu juga menjadi pusat pembuatan perahu pinisi di Tana Beru, yang ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2017.

Di sisi lain, empat entri Kecamatan Kindang seluruhnya berada di dataran tinggi, tiga di antaranya di Desa Kahayya. Rincian luas dan penduduk tiap kecamatan tersedia pada daftar 10 kecamatan di Bulukumba.

Kenapa Tanjung Bira Tidak Muncul?

Tanjung Bira dan Pantai Bara, dua nama yang paling sering disebut saat orang membicarakan wisata Bulukumba, tidak ditemukan dalam penelusuran Sisparnas pada 23 September 2026. Basis data itu tidak menyediakan daftar per kabupaten yang bisa dibuka langsung, sehingga penelusuran dilakukan lewat tautan “profil daya tarik pariwisata sekitar” antarentri sampai tidak ada entri Bulukumba baru yang muncul.

Artinya daftar di atas adalah entri yang berhasil dijangkau dengan cara itu, bukan pernyataan bahwa Tanjung Bira tidak pernah didaftarkan. Tarif masuk kawasan Bira sendiri diatur peraturan daerah dan sudah dirinci pada tiket masuk Pantai Bira.

Liputan Rubrik tentang Wisata Bulukumba

Rubrik.co.id memberitakan jadwal Festival Pinisi XVI pada 15-17 Oktober 2026, perbaikan jalan Tanete-Tanaberu menuju kawasan Bira, dan penyeberangan Bira-Pamatata ke Kepulauan Selayar.