BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Anggota DPRD Bulukumba Andi Usdar meminta penanganan dampak kemarau panjang dijadikan prioritas dalam Perubahan APBD Kabupaten Bulukumba Tahun Anggaran 2026. Permintaan itu disampaikan dalam rapat Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bulukumba, Selasa, 29 September 2026.
Rapat membahas Ranperda Perubahan APBD 2026 dan berlangsung sejak pagi hingga sekitar pukul 02.00 Wita dini hari.
Pompanisasi dan Sumur Bor untuk Lahan Pertanian
Andi Usdar dari Fraksi Gerindra menilai kemarau sudah berlangsung kurang lebih dua bulan dan mengancam sektor pertanian hingga berpotensi gagal panen.
“Di APBD Perubahan ini kita harus memprioritaskan penanganan dampak kemarau panjang. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat sehari-hari maupun sektor pertanian,” katanya.
Ia mendorong penguatan program pompanisasi dan pembangunan sumur bor yang khusus diperuntukkan bagi kebutuhan pertanian.
“Petani membutuhkan campur tangan pemerintah. Pompanisasi dan sumur bor khusus pertanian perlu dipikirkan agar lahan yang terdampak kekeringan tetap bisa mendapatkan suplai air,” ujar Andi Usdar.
Soal kebutuhan rumah tangga, ia meminta distribusi air bersih tidak diabaikan.
“Di rumah-rumah masyarakat juga harus diperhatikan. Mereka sangat berharap ada bantuan distribusi air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya, sebagaimana diberitakan Radar Selatan.
Peserta Rapat Banggar dan Agenda Pembahasan
Rapat dipimpin Wakil Ketua I DPRD Bulukumba Fahidin HDK, didampingi Wakil Ketua II Syahruni Haris.
Anggota Banggar yang hadir antara lain H. Musa Lirpa, Andi Narni Nurintan, Rizal Sarib, H. Andi Pangerang Hakim, dan Hj. Nuraidah.
Hadir pula Dr. Supriadi, Alkhaisar Jainar Ikrar, Andi Usdar, Kurdiansyah Anggoro, serta Abdul Hakim.
Dari Pemkab Bulukumba hadir Asisten Administrasi Umum Muh. Daud Kahal, Kepala BPKAD Andi Supardiman, dan Kepala Bapperida Andi Irma Damayanti.
Unsur Inspektorat Daerah, Kabag Hukum Setda, dan jajaran TAPD lainnya juga mengikuti rapat tersebut.
Dalam pembahasan, Banggar menghadirkan sejumlah organisasi perangkat daerah untuk menjelaskan dan mengklarifikasi alokasi anggaran masing-masing dalam APBD Perubahan 2026.
Kemarau yang Sudah Ditangani Sejak September
Desakan itu muncul di tengah penanganan kekeringan yang sudah berjalan di lapangan. Pemerintah daerah sebelumnya menyiapkan sumur bor untuk lahan sawah dan distribusi air ke Dannuang.
Damkar Bulukumba juga tercatat menyalurkan 18 ribu liter air bersih ke tiga titik yang mengalami krisis air.
Pembahasan Ranperda Perubahan APBD 2026 sendiri sudah bergulir di DPRD Bulukumba sejak akhir September, setelah rangkaian pembahasan Ranperda Perubahan APBD dimulai.
Hasil akhir pembahasan Banggar belum diumumkan, termasuk besaran alokasi yang akhirnya disepakati untuk penanganan dampak kemarau. ***
