Daerah  

Makassar Siapkan Desalinasi Surya untuk Warga Pulau

Redaksi Rubrik
Deretan rumah dan warung beratap seng di tepi jalan berkelok yang membelah perbukitan hijau
Permukiman di Sulawesi Selatan. Foto ini menggambarkan wilayah provinsi secara umum, bukan Kepulauan Sangkarrang. Foto: Jorge Franganillo / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

MAKASSAR, Rubrik.co.id – Pemerintah Kota Makassar menyiapkan teknologi desalinasi air laut bertenaga surya untuk warga Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Rencana itu diumumkan Selasa, 29 September 2026, saat kemarau panjang menekan pasokan air bersih kota.

Sasarannya warga kepulauan yang selama ini terbatas aksesnya terhadap air tawar. Teknologi itu diharapkan memberi mereka sumber air minum sendiri.

Sistem yang dipakai berbasis Reverse Osmosis atau RO. Air laut dimurnikan menjadi air tawar yang memenuhi standar kualitas air minum.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyebut skema itu tidak dirancang sebagai bantuan sesaat.

“Ini adalah solusi jangka panjang, air bersih yang mandiri berbasis energi matahari,” kata Munafri.

Ia menambahkan, akses air bersih adalah pelayanan dasar yang harus merata, termasuk bagi warga pulau yang jauh dari pusat kota.

Delapan Pulau dan Survei Lapangan

Kecamatan Kepulauan Sangkarrang memiliki delapan pulau. Enam di antaranya berpenghuni, dua sisanya tidak.

Penerapan desalinasi diprioritaskan di pulau berpenghuni. Pemkot lebih dulu menggelar survei lapangan untuk menilai kondisi geografis, medan, dan kebutuhan air warga.

Dua pulau yang tidak berpenghuni tidak masuk sasaran tahap ini.

Survei itu yang akan menentukan kapasitas dan titik pemasangan unit, sebelum pengadaan dijalankan.

Kemarau dan Pasokan Air Kota

Desalinasi itu melengkapi dua jalur penanganan yang sudah berjalan di daratan, yakni sumur dalam dan pengiriman air bersih oleh PDAM.

Di daratan, Pemkot Makassar menyiapkan 13 Sistem Penyediaan Air Minum yang bersumber dari sumur dalam untuk warga terdampak krisis air bersih.

PDAM Kota Makassar telah menyalurkan 4,56 juta liter air bersih gratis ke warga terdampak kekeringan, dilansir ANTARA.

Penyaluran itu mencakup sembilan kecamatan: Ujung Tanah, Tallo, Bontoala, Wajo, Tamalanrea, Biringkanaya, serta sebagian Panakkukang, Manggala, dan Makassar.

Tekanan itu juga tercatat di tingkat pusat. Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras menyebut ada lonjakan tajam keluhan warga soal air bersih di Makassar pada Minggu, 27 September 2026, dan meminta mitigasi El Nino dipercepat, diberitakan ANTARA.

Kemarau yang sama menekan Bulukumba. Pemkab setempat menyiapkan sumur bor untuk sawah dan mengirim air ke Dannuang pada bulan yang sama.

Pemadam Kebakaran Bulukumba juga menyalurkan 18 ribu liter air ke tiga titik yang kehabisan sumber air.

Berita rencana desalinasi Makassar ditulis pewarta ANTARA Muh. Hasanuddin dengan editor Riski Maruto, dan dipublikasikan ANTARA News Makassar.

Pemkot belum mengumumkan jadwal pengadaan, nilai anggaran, maupun target unit yang dipasang pada tahap pertama. Angka-angka itu baru bisa dipastikan setelah survei lapangan di enam pulau berpenghuni rampung. ***