MAKASSAR, Rubrik.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum memaparkan desain ulang Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan kepada anggota dewan dalam rapat evaluasi di kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Selasa, 29 September 2026. Gedung utama direncanakan naik menjadi lima lantai, dan pembangunan ditargetkan mulai Januari 2027, menggantikan bangunan yang terbakar saat aksi demonstrasi pada Agustus 2025.
Perencanaan itu dikerjakan Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Selatan.
Bangunan lama dinyatakan tidak layak pakai setelah uji laboratorium terhadap struktur yang rusak akibat kebakaran.
Kantor utama DPRD Sulsel itu dibangun sekitar tahun 1978 dan hanya terdiri atas dua lantai sebelum terbakar.
Rancangan Gedung Baru dan Kapasitas Parkir
Gedung utama akan dibangun lima lantai untuk menampung ruang rapat paripurna dan ruangan pimpinan dewan.
Gedung sekretariat dirancang delapan lantai, memuat ruangan sekretariat sekaligus ruangan pribadi anggota DPRD Sulsel.
Lahan parkir pada kompleks baru itu dirancang menampung 130 kendaraan.
Pejabat Pembuat Komitmen BPBPK Sulawesi Selatan, Anugrah, menyebut perencanaan ditargetkan rampung pada 20 November 2026.
Jika jadwal itu terpenuhi, lelang pekerjaan bisa dilakukan pada awal Desember 2026, sebagaimana diberitakan ANTARA News Makassar.
Pembangunan fisik direncanakan dimulai Januari 2027 dengan target penyelesaian paling lama 20 bulan.
Anggaran dan Kantor Sementara Anggota Dewan
Nilai anggaran proyek belum ditetapkan dan baru ditentukan setelah dokumen perencanaan selesai disusun.
Seluruh pendanaan pembangunan berasal dari pemerintah pusat, bukan dari anggaran daerah Sulawesi Selatan.
Posisi itu memisahkan proyek tersebut dari pos belanja daerah dalam APBD Perubahan Sulsel 2026 yang menetapkan belanja daerah Rp10,556 triliun.
Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid termasuk pihak yang dimintai keterangan dalam pemberitaan soal rencana itu.
Selama masa pembangunan, anggota DPRD Sulsel berkantor sementara di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi.
Mereka diperkirakan baru menempati gedung baru sekitar satu tahun lagi terhitung dari akhir September 2026.
Jejak Kerusakan Sejak Agustus 2025
Gedung DPRD Sulsel yang dibakar massa itu sebelumnya dinyatakan akan dirobohkan lebih dulu sebelum dibangun ulang, sebagaimana dilaporkan ANTARA News Makassar.
Penambahan jumlah lantai pada dua gedung menunjukkan kompleks baru tidak sekadar mengulang bentuk bangunan lama.
Gedung utama naik dari dua lantai menjadi lima lantai, sedangkan sekretariat dibangun delapan lantai.
Proyek ini menambah daftar pekerjaan bangunan pemerintah yang berjalan di Makassar tahun ini.
Pekerjaan lain yang sedang berjalan di kota itu adalah pembangunan Stadion Sudiang yang progresnya mencapai 22,36 persen.
Proyek pusat lain yang berjalan di Makassar adalah revitalisasi Masjid Al-Markaz senilai Rp26,7 miliar, yang sudah dimulai pada September 2026.
Tahapan berikutnya yang bisa diikuti publik adalah rampungnya perencanaan pada 20 November 2026 dan lelang pada awal Desember 2026. ***
