Daerah  

BMKG Bulukumba: Hanya Ada Penakar Hujan

Redaksi Rubrik
Langit biru berawan tipis membentang luas di atas hamparan kebun dan pepohonan hijau dengan gubuk beratap seng
Langit cerah di atas perkebunan Sulawesi Selatan. Foto: Kurniawan Maulana / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Kabupaten Bulukumba tidak memiliki kantor prakiraan cuaca BMKG. Yang ada di kabupaten ini adalah stasiun pengukur hujan otomatis atau Automatic Rain Gauge di Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu, sementara prakiraan dan peringatan dini untuk wilayah ini dikeluarkan BMKG Wilayah IV Makassar.

Keterangan pada halaman ini diperiksa pada Senin, 5 Oktober 2026, dari entri peta stasiun tersebut dan keterangan resmi BMKG yang dikutip pemberitaan.

Yang Ada di Bulukumba Hanya Alat Ukur

Keterangan Isi
Nama di peta daring ARG BMKG Kec. Ujung Bulu Kab. Bulukumba
Jenis Automatic Rain Gauge, alat ukur curah hujan otomatis
Alamat Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba 92511
Kode plus C5PJ+H46
Jam buka dan nomor telepon Belum ada
Situs web Belum ada

Sumber: entri Google Maps ARG BMKG Kec. Ujung Bulu, diperiksa 5 Oktober 2026. Entri itu berkategori layanan prakiraan cuaca dan belum diklaim pemiliknya.

Alat semacam ini bekerja otomatis mengirim data curah hujan dan tidak dijaga petugas, sehingga bukan tempat warga meminta informasi cuaca.

Prakiraan Datang dari Makassar dan Maros

Prakiraan dan peringatan dini untuk Bulukumba dikeluarkan BMKG Wilayah IV Makassar. Pemantauan kualitas udara untuk provinsi ini dilakukan Stasiun Klimatologi Maros dengan indikator partikel halus PM2,5.

Contoh terbarunya, BMKG Wilayah IV Makassar memasukkan Bulukumba ke kategori Waspada udara panas pada 4 sampai 6 Oktober 2026, dengan ambang 35 sampai 40 derajat Celsius.

Sebelumnya, BMKG juga menjelaskan bahwa memburuknya kualitas udara Sulawesi Selatan berasal dari kiriman asap karhutla dari Kalimantan, bukan dari kebakaran di dalam provinsi.

Membaca Peringatan Dini BMKG

BMKG memakai kategori bertingkat. Waspada menandakan udara terasa panas pada ambang 35 sampai 40 derajat Celsius, sedangkan Awas dipakai untuk kondisi di atas 45 derajat Celsius.

Angka dalam peringatan dini menunjukkan nilai akumulasi harian tertinggi dalam satu kabupaten, bukan suhu rata-rata sepanjang hari, sehingga kondisi tiap kecamatan bisa berbeda.

Kenapa Ini Penting di Musim Kering

Bulukumba sedang menghadapi kemarau yang diperkirakan berlangsung sampai akhir November atau awal Desember 2026, dengan krisis air bersih di tujuh kecamatan.

Nomor yang bisa dihubungi warga dalam keadaan darurat, termasuk bencana, dimuat dalam daftar nomor darurat Bulukumba.

Automatic Rain Gauge mengukur curah hujan secara otomatis dan mengirimkan datanya ke pusat pengolahan. Data dari alat semacam itu menjadi salah satu masukan bagi prakiraan yang kemudian dikeluarkan kantor BMKG di tingkat wilayah.

BMKG belum memublikasikan rencana penambahan stasiun pengamatan di Bulukumba hingga halaman ini disusun. ***

Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.