Daerah  

Demokrat Buka Pintu untuk Appi Usai Mundur

Redaksi Rubrik
Pemandangan gedung-gedung Kota Makassar dari ketinggian pada siang hari berawan
Pemandangan Kota Makassar dari ketinggian. Foto: Wadaihangit / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

MAKASSAR, Rubrik.co.id – Ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat, Andi Alfian Mallarangeng, menyatakan partainya membuka pintu bagi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa, 6 Oktober 2026, sehari setelah Appi mundur dari Partai Golkar.

Appi menyerahkan surat pengunduran dirinya langsung kepada Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, di kediamannya di Makassar pada 5 Oktober 2026.

Langkah yang Disebut Beretika

Mallarangeng menilai keputusan Appi melepas jabatan partai lebih dulu sebagai cerminan etika politik.

“Karena dia sudah melakukan langkah-langkah yang sesuai dengan etika politik yang baik, yaitu melakukan mengundurkan diri dulu dengan partainya sebelum nantinya kemudian bergabung dengan Partai Demokrat,” katanya, sebagaimana dilaporkan Rakyat Sulsel.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu merupakan politikus senior asal Sulawesi Selatan.

Komunikasi Disebut Sudah Lama Berjalan

Mallarangeng mengungkapkan sudah sejak lama membangun komunikasi dan mengajak Appi berjuang bersama di Partai Demokrat.

“Yang kita harapkan, tentu saja, saya berharap bahwa Bung Appi kemudian bergabung dengan Partai Demokrat, kita buka pintu lebar-lebar untuk mendapatkan kartu tanda anggota sebagai kader Partai Demokrat,” ujarnya.

Appi kini berstatus tanpa bendera partai setelah melepas jabatannya sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Makassar.

Yang Belum Dinyatakan Appi

Sampai pernyataan Mallarangeng keluar, Appi sendiri belum menyatakan akan bergabung dengan partai mana pun.

Pernyataan dari pihak Demokrat adalah undangan, bukan konfirmasi perpindahan. Keduanya perlu dibaca terpisah agar tidak tertukar.

Proses pengunduran dirinya sendiri sudah diberitakan sebelumnya dalam laporan Appi mundur dari Golkar.

Golkar Sulsel di Tengah Konsolidasi

Pengunduran diri itu terjadi ketika Golkar Sulawesi Selatan sedang menjalankan konsolidasi ke daerah di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin.

Rangkaian kunjungannya antara lain ke Kepulauan Selayar, seperti diberitakan dalam kunjungan Golkar Sulsel ke Selayar.

Dengan kosongnya kursi Ketua DPD II Makassar, partai itu menghadapi dua agenda sekaligus: penataan pengurus provinsi dan pencarian pengganti di tingkat kota.

Makassar merupakan kota dengan jumlah pemilih terbesar di Sulawesi Selatan, sehingga kepengurusan partai di kota itu lazim menjadi perhatian pengurus provinsi.

Appi sendiri masih menjabat Wali Kota Makassar, jabatan yang tidak terpengaruh oleh keanggotaan partainya. Pekan ini ia menjalankan agenda pemerintahan kota, termasuk evaluasi kinerja perangkat kelurahan.

Partai Demokrat berlambang bintang mercy, dan Mallarangeng menyebut pintu itu dibuka sampai ke tahap penerbitan kartu tanda anggota, bukan sekadar wacana bergabung.

Jabatan yang dilepas Appi adalah Ketua DPD II Partai Golkar Makassar, yakni kepengurusan partai di tingkat kota, bukan jabatan di pemerintahan.

Agenda politik di provinsi ini juga sedang bergerak di luar Golkar, termasuk urusan kepartaian yang beririsan dengan pemerintahan daerah seperti pembahasan perubahan APBD Sulsel 2026.

Sikap resmi Appi atas ajakan Partai Demokrat dan langkah Golkar menentukan pengganti di DPD II Makassar belum disampaikan kedua pihak hingga berita ini diterbitkan. ***