BULUKUMBA, Rubrik.co.id – KMP Awu Awu mulai melayani lintasan penyeberangan Bira–Pamatata, yang menghubungkan Pelabuhan Bira di Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, dengan Kabupaten Kepulauan Selayar, sejak Sabtu, 19 September 2026. Kapal PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) itu menggantikan KMP Balibo, yang sempat dihentikan setelah mengalami gangguan teknis pada Juli 2026.
Pelayaran perdana itu diumumkan ASDP Cabang Selayar melalui materi publikasinya, seperti dilaporkan Mediata pada Jumat, 18 September 2026. BugisPos melaporkan kapal itu resmi berlayar sesuai jadwal dengan nakhoda Adi Purnomo, yang berharap kehadirannya memperlancar mobilitas warga Selayar. Data ASDP yang dikutip Mediata mencatat panjang kapal 55,5 meter, lebar 12 meter, sarat air 2,4 meter, dan tonase kotor 571 GT.
Sebelumnya, KMP Awu Awu melayani lintasan Batulicin–Garongkong. General Manager ASDP Selayar Fauzie Akhmad mengatakan kepada RRI dan Selayarnews pada Rabu, 26 Agustus 2026, bahwa posisi itu digantikan KMP Laskar Pelangi. Menurut Fauzie, sebelum resmi melayani lintasan baru, kapal harus menjalani pemeriksaan standar pelayanan minimal dan uji coba sandar di Bira.
Balibo Sempat Hanya Mengangkut Truk
Pergantian armada ini berawal dari permintaan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar. Selama masa transisi, ASDP mengoperasikan KMP Balibo secara terbatas untuk mengurai antrean kendaraan logistik di Pamatata dan Bira. Menurut laman resmi Pemkab Kepulauan Selayar, Bupati Muhammad Natsir Ali hanya mengizinkan kapal itu mengangkut kendaraan logistik, tanpa penumpang.
“Saya memberikan izin dengan catatan KMP Balibo hanya beroperasi sementara dan khusus melayani kendaraan logistik seperti truk,” kata Natsir Ali dalam rilis tersebut.
Setelah digantikan, KMP Balibo dialihkan ke lintasan Kalianget–Kangean–Jangkar di Jawa Timur. Pengumuman ASDP Cabang Selayar yang dikutip Mediata menyebut relokasi kedua kapal diatur dalam Surat Direksi Nomor OP.002/05915/VIII/ASDP-2026.

Gelombang Rendah, Hembusan Angin Masih Kencang
Prakiraan Stasiun Meteorologi Maritim Paotere Makassar yang dipublikasikan BMKG pada 21 September 2026 menunjukkan gelombang di Perairan Bulukumba pada Rabu, 23 September 2026, berkisar 0,7–1,1 meter atau kategori rendah. Angin bertiup dari timur dan timur laut 14–17 knot, dengan hembusan hingga 36 knot sekitar pukul 14.00 Wita. Di Perairan Kepulauan Selayar, gelombang diprakirakan 0,9–1,2 meter dengan hembusan hingga 34 knot.
Untuk wilayah darat, BBMKG Wilayah IV Makassar memasukkan Bulukumba dan Kepulauan Selayar dalam daftar waspada angin kencang 20–25 knot pada tanggal yang sama, seperti dikutip Tribun-Timur dari akun Instagram @bmkgsulsel. Angin kencang sebelumnya merusak 31 rumah di Parepare pada 15 September 2026.
Kondisi laut itu jauh lebih tenang dibanding Rabu, 19 Agustus 2026, ketika KMP Kormomolin batal bertolak dari Bira. Komandan Pos Pelabuhan Bira Andi Abidin saat itu menyebut gelombang mencapai 2,5 hingga 3 meter dengan angin 40–45 knot, menurut Tribun-Timur. Penyeberangan Bira–Pamatata umumnya memakan waktu dua sampai tiga jam.
Lintasan ini menjadi akses utama warga, kendaraan, logistik, hingga wisatawan menuju Selayar. Bulukumba juga menjadwalkan Festival Pinisi XVI pada 15–17 Oktober 2026. Publikasi ASDP yang dikutip media belum merinci jadwal keberangkatan harian maupun tarif KMP Awu Awu.
