Daerah  

8 Kelompok Tani Dampang Dapat Benih Kakao dan Pala APBN

Redaksi Rubrik
Biji kakao dijemur di atas karung bekas yang dibentangkan pada rak kayu sederhana di halaman tanah
Biji kakao dijemur di atas rak kayu; ilustrasi pengolahan kakao rakyat, bukan foto di Desa Dampang. Foto: Nafisathallah / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Pemerintah Desa Dampang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, memfasilitasi sosialisasi bantuan benih kakao dan pala bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 bagi delapan kelompok tani di desa tersebut pada Senin, 21 September 2026. Sosialisasi itu membahas tata cara penerimaan, mekanisme penyaluran, dan teknis pemanfaatan benih.

Tujuh kelompok tani dialokasikan menerima benih kakao, yakni Karamole Jaya, Batulapisi Hulu, Batulapisi, Ketapang Raya, Lembanna, Borong Perringnge, dan Raoe Sejahtera. Satu kelompok tani, yaitu Bettu Indah, dialokasikan menerima benih pala. Rinciannya dimuat Radar Selatan.

Penerima Diminta Merawat, Bukan Sekadar Menerima

Kepala Desa Dampang Muhardi Totti menekankan pentingnya keseriusan anggota kelompok tani dalam mengelola bantuan tersebut. Pemerintah desa menyebut pembekalan awal itu ditujukan agar petani tidak berhenti pada penerimaan bibit, melainkan merawatnya sampai berproduksi.

Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk Desa Dampang belum menunjukkan tanda hujan. Data API publik prakiraan cuaca BMKG, dengan waktu analisis Rabu, 23 September 2026, memprakirakan cuaca cerah hingga berawan sepanjang Kamis, 24 September 2026, tanpa hujan, dengan suhu 24 sampai 31 derajat Celsius. Kelembapan udara diprakirakan turun sampai 48 persen pada siang hari.

Pohon kakao muda berdaun hijau lebat tumbuh di halaman sebuah rumah berdinding kuning dan hijau di bawah langit cerah
Pohon kakao muda di pekarangan rumah; ilustrasi tanaman kakao pada tahun-tahun awal, bukan foto bibit bantuan di Desa Dampang. Foto: Abdul Hanif Arromy / Wikimedia Commons, CC BY 4.0

Bantuan Datang di Musim Kering

Rencana penanaman benih baru ini bertemu dengan musim kemarau yang sedang menekan pertanian Bulukumba. Rubrik.co.id sebelumnya melaporkan 662 hektare areal pertanian di Bulukumba terdampak kekeringan bersamaan dengan antrean panjang bahan bakar untuk pompa air.

Tekanan itu berlanjut sepanjang September 2026. Pemerintah Kabupaten Bulukumba menempuh pembangunan sumur bor untuk sawah, sementara distribusi air bersih menyasar 1.564 jiwa di enam kecamatan. Kakao dan pala merupakan tanaman perkebunan tahunan yang bibitnya paling rentan pada tahun pertama, sehingga ketersediaan air pada fase awal menentukan tingkat hidup tanaman.

Gantarang menjadi kecamatan terluas sekaligus berpenduduk terbanyak di Kabupaten Bulukumba. Badan Pusat Statistik mencatat luasnya 175,84 kilometer persegi dengan 91.061 penduduk pada 2025, atau 18,78 persen dari total penduduk kabupaten, dalam Kabupaten Bulukumba Dalam Angka 2026. Kecamatan ini menaungi 18 desa dan 3 kelurahan dengan ibu kota di Ponre, seperti dirangkum dalam daftar 10 kecamatan di Bulukumba.

Bantuan benih ini menambah rangkaian program yang masuk ke desa-desa Bulukumba pada September 2026. Rubrik.co.id melaporkan Koperasi Desa Merah Putih Bontominasa menerima satu unit mobil niaga dari pemerintah pusat pada Selasa, 22 September 2026, untuk menopang operasional ekonomi desa.