KABUPATEN MALANG, Rubrik.co.id – Arema FC dan Aremania menggelar doa bersama pada peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan, Kamis, 1 Oktober 2026, di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tragedi itu terjadi pada 1 Oktober 2022 seusai laga Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, dan menewaskan 135 orang.
Peringatan tahun ini jatuh pada hari yang sama dengan laga ketiga Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Munajat Akbar di Halaman Stadion
Aremania menggelar Munajat Akbar bertajuk “Doa Untukmu Nawak” di halaman Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Acara itu dimulai pukul 18.30 WIB pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Agenda tersebut berdasarkan surat imbauan resmi bernomor 003/PRES-ARM/IX/2026 yang ditandatangani Koordinator Presidium Aremania, Ali Rifki.
Surat itu mengimbau para ketua korwil dan komunitas Aremania mengajak anggotanya hadir dalam doa bersama, dilansir JawaPos.
Khataman dan Tahlil di Kandang Singa
Manajemen Arema FC menggelar agenda terpisah berupa khataman Al-Qur’an dan tahlil bersama.
Kegiatan itu diikuti karyawan klub dan warga sekitar Kandang Singa.
Head of Public Relation Arema FC Munif B. Wakid menyebut agenda tersebut rutin setiap tahun.
“Setiap tanggal 1 Oktober, Arema FC secara rutin menggelar khataman Al-Qur’an dan tahlil bersama warga sekitar Kandang Singa serta seluruh karyawan,” kata Munif.
Rangkaian khataman dan tahlil dipimpin para ustaz dari Yayasan Sunan Kalijaga (Yasuka) Blimbing, Kota Malang.
Di luar agenda klub dan suporter, warga Malang disebut masih menuntut keadilan bagi para korban tragedi tersebut.
Pesan Pelatih Timnas Indonesia
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman meminta skuad Garuda memberi penghormatan kepada para korban.
Permintaan itu disampaikan menjelang laga ketiga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, yang jatuh persis pada 1 Oktober 2026.
“Secara internal, tentu saja ada (peringatan soal Tragedi Kanjuruhan). Tim ini adalah representasi dari sepak bola di negara ini,” kata Herdman, dikutip ANTARA.
Herdman mengaku sudah mengetahui tragedi itu jauh sebelum menangani Indonesia.
“Saat masih berada di Kanada, Amerika Utara, kami sudah tahu betul apa yang terjadi di sini dan sempat mengheningkan cipta dalam sebuah pertandingan,” ujarnya, dilansir JatimTimes.
Penekanan utamanya satu kalimat. “Jika kita lupa, kita tidak akan belajar,” kata Herdman.
Ia juga menyebut penting bagi pemain “tampil mewakili negara dengan cara yang benar” sekaligus “memberi penghormatan bagi mereka yang kehilangan nyawanya”.
Laga Indonesia melawan Bangladesh pada 1 Oktober 2026 sudah diberitakan RUBRIK dalam jadwal dan kick-off pertandingan tersebut.
Arema FC sendiri masih berkompetisi di Super League musim ini, termasuk saat menjamu Persik dalam derbi Jawa Timur di Kanjuruhan.
Empat tahun setelah malam di Kanjuruhan, dua agenda peringatan berlangsung berdampingan: doa suporter di halaman stadion tempat tragedi terjadi, dan pesan pelatih timnas dari ruang ganti kompetisi internasional. ***
