Daerah  

Kebakaran Lahan Bonto Lojong Bantaeng Masuk Hari Kedua

Redaksi Rubrik
Jalan beraspal di kota Bantaeng dengan deretan ruko, tiang listrik, dan tugu bertuliskan Bulukumba Berlayar di kejauhan
Suasana jalan di Kabupaten Bantaeng. Foto ini bukan gambar lokasi kebakaran di Bonto Lojong. Foto: Midori / Wikimedia Commons, CC BY 3.0

BANTAENG, Rubrik.co.id – Kebakaran lahan terjadi di Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, sejak Kamis malam, 1 Oktober 2026. Titik kebakaran berada di belakang area mini show farm. Bupati Bantaeng Muh. Fathul Fauzy Nurdin berada di lokasi sejak malam kejadian hingga menjelang subuh, dan masih meninjau lokasi pada hari berikutnya.

Penanganan di lapangan melibatkan organisasi perangkat daerah yang menangani teknis kebakaran, TNI, Polri, serta masyarakat setempat.

Penyebab Masih Diselidiki

Penyebab kebakaran belum diketahui dan masih dalam penyelidikan, menurut laporan Radar Selatan yang diterbitkan Sabtu, 3 Oktober 2026.

Bupati Bantaeng mengimbau warga agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. “Kami menghimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” katanya.

Ia juga menyinggung kebiasaan yang sering dianggap sepele, seperti membuang puntung rokok sembarangan, yang menjadi berisiko pada musim kering. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan disebutnya sebagai tanggung jawab bersama.

Belum ada keterangan resmi mengenai luas lahan yang terbakar maupun kerugian materi. Rubrik.co.id belum memperoleh konfirmasi terpisah dari pemerintah Kabupaten Bantaeng hingga berita ini diterbitkan.

Bonto Lojong Memuat Hulu Sungai Bajang

Kecamatan Uluere berada di kawasan pegunungan Kabupaten Bantaeng dan terdiri atas enam desa: Bonto Daeng, Bonto Lojong, Bonto Marannu, Bonto Rannu, Bonto Tallasa, dan Bonto Tangnga. Desa Bonto Daeng tercatat berada pada ketinggian rata-rata 800 meter di atas permukaan laut.

Desa Bonto Lojong, lokasi kebakaran, memuat hulu Sungai Bajang menurut entri Uluere di Wikipedia bahasa Indonesia. Keterangan itu berasal dari rekapitulasi pengguna, bukan dokumen resmi pemerintah kabupaten.

Bantaeng terhubung dengan Bulukumba lewat jalan poros Bulukumba-Bantaeng, jalur yang berulang kali disebut dalam liputan transportasi Rubrik.co.id.

Kebakaran Lahan Berulang di Sulsel pada Musim Kering

Kebakaran lahan di Bonto Lojong menambah daftar kejadian serupa di Sulawesi Selatan pada musim kering tahun ini. Rubrik.co.id sebelumnya memberitakan sawah yang kering dua bulan di Duampanua, Pinrang, yang mendorong petani memprotes pembagian air irigasi.

Di Bulukumba, dampak kemarau yang sama terasa dalam bentuk kekurangan air bersih. Krisis itu meluas ke tujuh kecamatan pada awal Oktober 2026, setelah sebelumnya tercatat di enam kecamatan pada September.

Pola yang sama, yakni lahan kering yang mudah terbakar dan sumber air yang menyusut, muncul di beberapa kabupaten sekaligus pada periode ini. ***