Daerah  

IP 300 Ujung Loe Sasar 850 Hektare Lahan Padi

Redaksi Rubrik
Hamparan sawah dengan padi menguning siap panen, beberapa pohon di kejauhan, perbukitan biru di cakrawala, dan langit cerah berawan putih
Hamparan sawah siap panen di Sulawesi Selatan. Foto ini bukan gambar lahan di Desa Manjalling. Foto: Pratama.putra21 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Bulukumba mendorong pola tanam Indeks Pertanaman (IP) 300 di Desa Manjalling, Kecamatan Ujung Loe, dengan sasaran lahan 850 hektare pada 2026. Jika target itu tercapai, potensi nilai ekonomi yang beredar di kecamatan tersebut diperkirakan sekitar Rp33 miliar.

Hingga September 2026, realisasi pertanaman baru mencapai 538 hektare.

Tiga Kali Tanam dalam Setahun

IP 300 adalah pola mengoptimalkan lahan sawah dengan menanam sampai tiga kali dalam setahun, memanfaatkan musim antara. Tujuannya menaikkan produksi padi sekaligus pendapatan petani.

Dengan sasaran produktivitas 60 kuintal per hektare, produksi dari 850 hektare diperkirakan sekitar 5.100 ton gabah, sebagaimana dilaporkan Radar Selatan.

Angka Rp33 miliar dihitung dengan asumsi harga gabah sekitar Rp6.500 per kilogram. Karena memakai asumsi harga, nilainya bergerak mengikuti harga gabah yang berlaku saat panen.

Ajakan kepada Petani Manjalling

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Bulukumba, Nur Jasman, mengajak petani setempat menjalankan pola tersebut.

“Semangat terus para petani Desa Manjalling. Tiga kali tanam, tiga kali panen, insyaallah kesejahteraan meningkat,” katanya.

Penerapan IP 300 juga disebut sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan.

Ujung Loe dan Lahan Sawahnya

Kecamatan Ujung Loe memiliki luas 146,25 kilometer persegi dengan 52.283 penduduk serta 12 desa dan satu kelurahan menurut data Badan Pusat Statistik untuk 2025, sebagaimana dirangkum dalam profil Kecamatan Ujung Loe.

Desa Manjalling di kecamatan itu sebelumnya pernah diberitakan sebagai satu-satunya desa di Bulukumba yang menerima Paritrana Award.

Camat Ujung Loe saat ini dijabat A. Ridwan M., menurut daftar pejabat yang dipublikasikan Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan dirangkum dalam daftar camat di Bulukumba.

Tantangan Air pada Musim Kering

Pola tiga kali tanam menuntut pasokan air yang terjaga, sementara kabupaten ini sedang menghadapi kemarau panjang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bulukumba menyatakan krisis air bersih menjangkau tujuh kecamatan, dengan kemarau diprediksi berlangsung sampai akhir November atau awal Desember 2026.

BMKG juga memasukkan Bulukumba ke kategori Waspada udara panas pada 4 sampai 6 Oktober 2026.

Dengan realisasi 538 hektare dari sasaran 850 hektare, capaian sampai September 2026 berada di kisaran 63 persen. Sisa 312 hektare menjadi pekerjaan yang harus dikejar pada musim tanam berikutnya. Hitungan persentase itu dilakukan Rubrik.co.id dari angka yang dipublikasikan.

Asumsi harga gabah Rp6.500 per kilogram yang dipakai dalam hitungan itu bukan harga tetap. Nilainya bergerak mengikuti panen dan permintaan, sehingga angka Rp33 miliar perlu dibaca sebagai potensi, bukan pendapatan yang sudah pasti diterima petani.

Dinas Pertanian belum merinci sumber pengairan yang dipakai untuk mengejar sisa target 312 hektare hingga berita ini diterbitkan. ***

Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.