MAKASSAR, Rubrik.co.id – Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Barat mencatat transaksi Rp42,9 miliar selama Financial Expo Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Trans Studio Mall Makassar pada 2 sampai 4 Oktober 2026. Pameran tiga hari itu dikunjungi lebih dari 26 ribu orang dengan 1.689 aktivasi produk jasa keuangan.
Kegiatan tersebut menghadirkan 28 booth dari OJK, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, dan industri jasa keuangan di provinsi ini.
Lebih dari Sekadar Pameran Produk
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menyebut pameran itu sebagai ruang mendekatkan industri jasa keuangan dengan masyarakat.
“FIN Expo BIK 2026 menjadi ruang kolaborasi untuk mendekatkan industri jasa keuangan dengan masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya mengenal produk dan layanan keuangan, tetapi juga mampu memilih dan memanfaatkannya secara tepat, aman, dan produktif sesuai kebutuhan,” katanya, sebagaimana dilaporkan Rakyat Sulsel.
Pengunjung dapat memperoleh informasi produk perbankan, industri keuangan nonbank, pasar modal, layanan keuangan digital, hingga pembiayaan.
Catatan atas Nama Pejabat
Rubrik.co.id mencatat perbedaan penyebutan nama pejabat antara dua laporan pada pameran yang sama. Laporan pembukaan menyebut Kepala OJK Sulselbar bernama Muhammad Mufid, sedangkan laporan penutupan menyebut Moch. Muchlasin.
Kedua nama dikutip apa adanya dari sumber masing-masing. Pembaca yang membutuhkan kepastian sebaiknya mengonfirmasi ke kantor OJK Sulselbar.
Angka Literasi yang Jadi Latar
Pameran ini digelar di tengah kesenjangan literasi keuangan yang disorot OJK sendiri. Pada pembukaan, OJK menyebut literasi keuangan Sulawesi Selatan baru 36 persen sementara inklusi sudah 88,4 persen.
Selisih sekitar 52 persen itu berarti lebih dari separuh pengguna jasa keuangan di provinsi ini belum tentu memahami produk yang dipakainya.
Angka transaksi Rp42,9 miliar dan 1.689 aktivasi produk menunjukkan sisi akses, bukan sisi pemahaman, sehingga keduanya perlu dibaca bersama.
Kaitannya dengan Daya Beli Warga
Kemampuan bayar warga daerah menjadi konteks yang menyertai perluasan akses keuangan. Di Bulukumba, besaran upah minimum kabupaten dirangkum dalam UMK Bulukumba 2026.
Harga kebutuhan pokok di provinsi ini juga sedang bergerak naik, terlihat pada harga cabai rawit di Makassar yang menembus Rp85 ribu per kilogram.
Dari 28 booth yang hadir, sebagian diisi lembaga pengawas dan penjamin seperti OJK, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan, sementara sisanya diisi pelaku industri jasa keuangan di provinsi ini.
Bulan Inklusi Keuangan merupakan agenda tahunan yang dipakai OJK untuk memperluas akses sekaligus edukasi keuangan masyarakat, dan FIN Expo menjadi salah satu bentuk pelaksanaannya di daerah.
Angka kunjungan lebih dari 26 ribu orang dalam tiga hari menunjukkan minat yang besar, meski jumlah aktivasi produk sebanyak 1.689 berarti sebagian besar pengunjung datang tanpa membuka produk baru.
Rincian jenis transaksi yang membentuk angka Rp42,9 miliar belum dipublikasikan OJK hingga berita ini diterbitkan. ***
