Ringkasan
- Jambore Pelayanan Publik digelar di Lapangan Desa Tambangan, Kecamatan Kajang, selama dua hari, Rabu sampai Kamis, 7 dan 8 Oktober 2026.
- Bupati Bulukumba menyebut kegiatan ini pelayanan jemput bola yang dijalankan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
- Tambangan menjadi lokasi ketiga, dan jambore dijadwalkan bergilir ke seluruh kecamatan setiap Rabu dan Kamis.
BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Jambore Pelayanan Publik digelar di Lapangan Desa Tambangan, Kecamatan Kajang, selama dua hari, Rabu sampai Kamis, 7 dan 8 Oktober 2026. Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyebut kegiatan itu sebagai inovasi mendekatkan layanan tanpa membebani APBD.
Warga tidak perlu lagi datang ke ibu kota kabupaten untuk mengurus layanan yang selama ini terpusat di perkotaan.
Layanan yang Dibawa ke Lapangan Desa
Berbagai layanan dari perangkat daerah dan instansi terkait dihadirkan langsung di lokasi.
Cakupannya meliputi administrasi kependudukan, layanan Dinas Sosial, Dinas Pertanian, perizinan, layanan kesehatan rumah sakit, sampai pelayanan kepolisian.
“Kita jemput bola. Kita datang melayani masyarakat di kampung-kampung,” kata Andi Utta, sapaan Bupati Bulukumba, sebagaimana dilaporkan Radar Selatan.
Pada edisi Kajang ini, layanan Samsat Keliling ikut dihadirkan untuk pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor tahunan.
Tanpa Membebani APBD
Andi Utta menyatakan jambore dijalankan sebagai inovasi yang tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Klaim itu bersandar pada bentuk kegiatannya: yang dipindahkan adalah petugas dan meja layanan, bukan pembangunan kantor baru di tiap kecamatan.
Perbandingannya ada di Mal Pelayanan Publik Bulukumba di Kelurahan Caile, yang menetap dan buka setiap hari kerja tetapi menunggu warga datang ke pusat kota.
Lokasi Ketiga, Bergilir Tiap Rabu dan Kamis
Menurut Andi Utta, Desa Tambangan merupakan lokasi ketiga pelaksanaan jambore. Sebelumnya kegiatan serupa digelar di Kecamatan Kindang dan Kecamatan Bontobahari.
Rubrik.co.id mencatat urutan yang disebut Bupati berbeda dari rangkaian yang sebelumnya diberitakan, termasuk edisi di Kecamatan Bontotiro pada awal Oktober. Keduanya dimuat apa adanya menurut sumbernya masing-masing.
Ia menyebut kegiatan itu akan dilaksanakan bergilir di seluruh kecamatan, dengan jadwal setiap Rabu dan Kamis.
Kenapa Kajang Jadi Ukuran
Kajang berada di bagian timur kabupaten dan dikenal sebagai wilayah Kawasan Adat Ammatoa, sebagaimana dirangkum dalam profil Kecamatan Kajang.
Jaraknya ke pusat pemerintahan membuat satu urusan administrasi bisa berarti perjalanan pulang pergi dalam sehari. Di situlah selisih biaya dan waktu yang coba dipangkas kegiatan ini terasa paling nyata.
Sepuluh kecamatan di kabupaten ini beserta pimpinannya dimuat dalam daftar camat Bulukumba, dan jaraknya ke pusat kota berbeda-beda.
Jadwal kecamatan berikutnya beserta daftar layanan yang akan dibuka belum diumumkan Pemerintah Kabupaten Bulukumba hingga berita ini diterbitkan. ***
Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.
