Ringkasan
- Daya tariknya ada dua lapis, yakni karang yang tumbuh sendiri dan benda buatan yang sengaja ditenggelamkan.
- Sebuah lomba foto berskala internasional sempat digelar di perairannya, dan diikuti peserta yang datang dari lima negara berbeda.
- Tarif menyelam, nama operator, dan jadwal keberangkatan ke lokasinya tidak pernah diumumkan dalam satu sumber resmi.
BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Jawaban langsung: Wisata bawah laut Bulukumba berpusat di perairan Tanjung Bira, Kecamatan Bonto Bahari. Titik selam yang paling sering disebut adalah Pulau Kambing, sementara di Ruku-Ruku ada replika perahu pinisi yang sengaja ditenggelamkan pada 2020. Pada Oktober 2025 kawasan ini menjadi lokasi lomba foto bawah laut internasional pertama di Bulukumba. Artikel ini memuat ketiganya.
Pulau Kambing sebagai Titik Selam
Perairan Pulau Kambing disebut sebagai salah satu lokasi penyelaman terbaik di Indonesia Timur. Di sanalah peserta lomba foto bawah laut mengambil gambar selama dua hari pada Oktober 2025.
Yang ditonjolkan dari perairan itu adalah terumbu karang dan biota lautnya yang masih terjaga. Lokasinya berada di kawasan yang sama dengan Tanjung Bira, tujuan wisata utama Bulukumba yang terdaftar dalam catatan 18 objek wisata kabupaten.
Lomba Foto Internasional 2025
Bulukumba Underwater Photography International Competition digelar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia cabang Bulukumba, dan ditutup pada 19 Oktober 2025 di kawasan Pantai Tanjung Bira.
Pesertanya puluhan fotografer dan penyelam dari lima negara, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Makau, dan Amerika Serikat. Ketua POSSI Bulukumba, H. Safiuddin, menyebutnya ajang internasional pertama yang pernah digelar di kabupaten ini.
Rencana awalnya melibatkan tujuh negara, namun yang akhirnya ikut lima. Juara pertama kategori Open diraih Lecoand Simorangkir dari Manado.
Safiuddin mengaku sempat ragu di awal karena menilai menggelar ajang berskala nasional saja sudah sulit.
Replika Pinisi di Dasar Laut Ruku-Ruku
Daya tarik lain sengaja dibuat. Pada 22 September 2020, panitia World Tourism Day Bulukumba menenggelamkan replika perahu pinisi di Ruku-Ruku, Bira.
Replikanya berbobot sekitar 250 kilogram, dipasang di atas landasan beton seberat lebih dari 850 kilogram. Keduanya dibawa dari Pantai Bira dengan dua perahu kayu tradisional, sekitar satu jam perjalanan.
Landasan betonnya diturunkan perlahan sampai dasar laut pada kedalaman 13,6 meter, sementara replikanya diturunkan dengan metode kantong apung. Prosesi penyelamannya dipimpin instruktur selam Abdul Rahman.
Struktur Buatan yang Bukan untuk Wisata
Di perairan Bulukumba juga ada struktur bawah laut yang dibuat bukan untuk penyelam, melainkan untuk ikan.
Rumpon dasar dan apartemen ikan ditenggelamkan agar menjadi tempat berlindung dan memijah, serta menumbuhkan bibit karang. Rinciannya dimuat terpisah dalam catatan Program 1.000 Rumpon.
Dinas Perikanan sendiri menyebut salah satu manfaat sampingan rumpon adalah menarik wisatawan untuk menyelam dan memancing, sehingga keduanya bisa bertemu di satu titik.
Yang Perlu Dicari Sendiri
Satu hal tidak bisa disediakan tulisan ini. Rubrik.co.id tidak menemukan sumber resmi yang memuat daftar operator selam di Bira, tarif penyelaman, maupun jadwal keberangkatan ke Pulau Kambing dan Ruku-Ruku.
Ketiganya berubah-ubah dan tidak diumumkan terpusat, sehingga pemesanan perlu dilakukan langsung ke operator di kawasan Tanjung Bira.
Belum ada pula keterangan resmi tentang kondisi replika pinisi di Ruku-Ruku setelah lima tahun berada di dasar laut. ***
Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.
