Ringkasan
- Sebagian besar korban yang tercatat masih anak-anak, dan hampir semuanya tenggelam ketika sedang bermain atau mandi di air.
- Seorang pelajar justru meninggal karena melompat hendak menolong temannya, sedangkan kawan yang ditolongnya berhasil menyelamatkan diri sendiri.
- Pencarian selalu digerakkan tim gabungan lintas kabupaten, dan untuk kejadian di laut lepas pencariannya dibatasi tujuh hari.
BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Jawaban langsung: Arsip Rubrik.co.id memuat sejumlah peristiwa tenggelam di Bulukumba yang lokasinya berulang di tempat yang sama: sungai tempat warga biasa mandi, bendungan, dan perairan pantai. Korbannya sebagian besar anak-anak dan pelajar, dan penanganannya ditangani tim gabungan yang dipimpin Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Artikel ini merangkum lokasi yang pernah memakan korban, pola kejadiannya, serta apa yang tidak pernah tercatat.
Lokasi yang Pernah Memakan Korban
Yang menonjol dari arsip bukan jumlahnya, melainkan betapa biasanya tempat-tempat itu:
| Waktu | Lokasi | Yang terjadi |
|---|---|---|
| 3 Mei 2024 | Bendungan Bayang-Bayang, Desa Benteng Gattareng, Gantarang | Seorang pelajar MTs hanyut saat menolong temannya |
| 4 Mei 2024 | Sungai Rawoa, Kecamatan Kajang | Balita dua tahun terpeleset dan terbawa arus |
| Juli 2024 | Laut lepas, dari Kecamatan Ujung Bulu | Seorang pemancing hilang bersama perahu kecilnya |
| 20 Agustus 2025 | Sungai Balantieng, Desa Panggaloang, Rilau Ale | Dua murid kelas enam SD meninggal saat mandi |
| 23 September 2026 | Perairan Kecamatan Bonto Bahari | Seorang perempuan terseret ombak 200 meter, selamat |
Nama korban tidak dipakai di artikel ini. Sebagian besar di antaranya anak-anak yang sudah meninggal, dan menyebut namanya dalam catatan rujukan seperti ini tidak menambah apa pun yang berguna bagi pembaca.
Pola yang Berulang di Sungai
Tiga dari lima peristiwa di atas terjadi di air tawar, dan ketiganya bermula dari kegiatan sehari-hari, bukan dari bencana. Sungai Balantieng di Desa Panggaloang disebut kepala desa yang dikonfirmasi sebagai lokasi yang kerap dijadikan tempat warga mandi dan berlibur.
Pada peristiwa 20 Agustus 2025, lima anak mandi bersama di sungai itu dan dua di antaranya tenggelam. Satu ditemukan segera dalam keadaan sudah meninggal, satu lagi sempat hilang sekitar dua jam sebelum ditemukan warga, juga sudah meninggal.
Pada peristiwa di Sungai Rawoa, balita dua tahun diduga terpeleset saat bermain di anak sungai kecil, lalu terbawa sampai ke sungai utama. Keluarganya baru mengetahui ia hanyut setelah mencarinya. Jasadnya ditemukan keesokan harinya. Aliran sungai di kabupaten ini terangkum pada catatan soal DAS Balantieng dan Sungai Bialo.
Korban yang Meninggal karena Menolong
Satu peristiwa perlu diuraikan terpisah, karena isinya pelajaran yang jarang disebut dalam imbauan keselamatan.
Pada 3 Mei 2024, tiga pelajar bermain di Bendungan Bayang-Bayang. Satu di antaranya tenggelam. Temannya yang kedua mencoba menolong dan gagal. Pelajar ketiga, berusia 15 tahun dan duduk di kelas tiga MTs, lebih dulu mengambil kayu untuk diulurkan, dan ketika itu pun gagal ia melompat ke dalam air.
Hasilnya terbalik dari yang diharapkan. Anak yang semula tenggelam berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada bebatuan, sedangkan penolongnya terseret arus dan hilang. Ia ditemukan dalam keadaan denyut nadinya masih bergerak, tetapi meninggal setelah dilarikan ke rumah sakit daerah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bulukumba, Abdul Haris, yang memimpin pencarian, menyebut korban baru saja hendak menjalani hari terakhir ujiannya keesokan hari.
Satu catatan soal tanggal untuk pembaca yang menelusuri arsipnya sendiri: dua berita menyebut hari dan tanggal yang tidak cocok untuk peristiwa Sungai Rawoa, yaitu Sabtu 3 Mei dan Sabtu 4 Mei 2024. Yang jatuh pada hari Sabtu adalah 4 Mei.
Dua Laporan dalam Satu Pekan
Kedua peristiwa Mei 2024 itu terjadi berurutan. Abdul Haris menyebut dalam pekan tersebut sudah ada dua laporan warga hanyut di aliran sungai, satu di bendungan dan satu di Sungai Rawoa.
Jarak keduanya hanya satu hari, dan lokasinya berada di dua kecamatan berbeda, Gantarang dan Kajang. Profil wilayahnya dirangkum pada profil Kecamatan Kajang dan profil Kecamatan Rilau Ale.
Siapa yang Turun Mencari
Pencarian tidak pernah dikerjakan satu instansi. Pada peristiwa Bendungan Bayang-Bayang, tim terdiri atas BPBD Bulukumba, SAR Bulukumba, SAR Bantaeng, Tagana, kepolisian, TNI, dan warga sekitar.
Pada pencarian di Sungai Rawoa, susunannya lebih luas lagi, mencakup SAR Unhas, Tim Reaksi Cepat Bantaeng, dan SAR Brimob Bone. Artinya bantuan lintas kabupaten memang dikerahkan untuk satu balita yang hanyut.
Batas Tujuh Hari untuk Pencarian di Laut
Untuk kejadian di laut lepas, aturannya berbeda. Seorang warga Kecamatan Ujung Bulu berusia 29 tahun hilang pada Juli 2024 setelah perahu kecil yang dipakainya memancing tenggelam di tengah laut.
Pencarian dihentikan resmi pada hari ketujuh. Abdul Haris menyebut penghentian itu sudah disampaikan kepada keluarga korban, dengan catatan operasi dapat dibuka kembali apabila ditemukan barang yang dapat dipastikan milik korban.
Arsip ini tidak memuat kabar bahwa korban tersebut kemudian ditemukan.
Yang Terjadi di Pesisir
Tidak semua berakhir sama. Pada 23 September 2026, seorang perempuan berusia 50 tahun terseret ombak sampai sekitar 200 meter dari bibir pantai di Kecamatan Bonto Bahari. Warga yang melihatnya dari kejauhan semula mengira itu jenazah yang mengapung.
Ia dievakuasi dengan perahu cepat oleh kepolisian setempat, dibawa ke puskesmas, dan pulih. Penyebab ia sampai berada sejauh itu dari bibir pantai tidak diketahui. Kondisi perairan di kabupaten ini dirangkum pada catatan soal gelombang tinggi di perairan Bulukumba.
Yang Belum Ada dalam Arsip Ini
Tiga hal tidak terjawab, dan ketiganya justru yang paling berguna kalau ada. Pertama, tidak ada data jumlah korban tenggelam per tahun di Bulukumba, sehingga tidak bisa diketahui apakah angkanya naik atau turun. Kedua, tidak ada daftar titik yang dinyatakan berbahaya oleh pemerintah daerah, padahal lokasi yang sama berulang. Ketiga, tidak ada keterangan soal rambu peringatan maupun program renang dan keselamatan air di sekolah.
Nomor yang bisa dihubungi saat keadaan darurat terangkum pada catatan soal nomor darurat Bulukumba, sementara sebaran wilayah rawan bencana dibahas pada daerah rawan bencana di Bulukumba. ***
Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.
