Ringkasan
- Seorang pasien datang ke RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba dengan jari nyaris terputus akibat terkena gerinda.
- Perawat Irma Damayana menuturkan kepanikan pasien dan keluarga mereda setelah seluruh biaya pelayanan dipastikan ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional.
- Kepesertaan JKN yang aktif menjadi penentu, karena status itulah yang membuat tindakan medis berjalan tanpa persoalan biaya di awal.
BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Seorang pasien datang ke RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba dengan jari tangan nyaris terputus akibat terkena gerinda. Kepanikan pasien dan keluarganya mereda setelah dipastikan seluruh pelayanan ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional.
Pengalaman itu dituturkan Irma Damayana, perawat rumah sakit tersebut yang ikut menangani pasien.
Cedera yang Butuh Penanganan Segera
Menurut Irma, kondisi pasien dan keluarga saat itu cukup panik karena cederanya membutuhkan penanganan segera.
“Saya pernah bertemu dengan pasien yang membuat saya semakin yakin bahwa JKN itu sangat penting. Saat itu, pasien datang berobat dengan keluhan tangan terkena gerinda yang mengakibatkan jari tangannya nyaris terputus,” katanya, sebagaimana dilaporkan Radar Selatan.
Selain rasa sakit, keluarga pasien sempat khawatir terhadap proses penanganan dan biaya pelayanan yang harus dijalani.
Yang Meredakan Kepanikan
Kekhawatiran itu berangsur mereda setelah petugas menjelaskan kondisi pasien, tindakan medis yang diperlukan, dan proses administrasi di rumah sakit.
Pasien diketahui merupakan peserta JKN aktif, dan kepastian status itu memberi ketenangan selama pengobatan.
“Raut wajah pasien dan keluarga menjadi lebih tenang karena seluruh proses pelayanan yang akan dijalani ditanggung melalui JKN yang dimiliki pasien,” kata Irma.
Kata Kuncinya: Kepesertaan Aktif
Satu hal yang menentukan dalam cerita ini mudah terlewat, yaitu kata “aktif” pada status kepesertaan.
Kartu yang kepesertaannya tidak aktif, misalnya karena iuran menunggak, tidak otomatis menanggung tindakan saat keadaan darurat datang.
Kewajiban iuran itu pula yang belakangan menyentuh pegawai daerah, seperti terlihat pada potongan Rp39 ribu untuk BPJS Kesehatan pada gaji PPPK paruh waktu.
Rumah Sakit Rujukan Kabupaten
Gerinda termasuk alat yang lazim dipakai pada pekerjaan las, bengkel, dan konstruksi, dan cedera tangan yang ditimbulkannya biasanya menuntut tindakan bedah segera.
Pada kasus seperti itu, keputusan keluarga sering tertahan bukan oleh pilihan medisnya, melainkan oleh perkiraan biaya yang belum mereka ketahui.
RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja merupakan rujukan tertinggi bagi fasilitas kesehatan di Bulukumba, dan pekan ini juga menjalankan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji 2027.
Daftar fasilitas kesehatan tingkat pertama di kabupaten ini dimuat dalam puskesmas dan rumah sakit Bulukumba.
Cara rujukan itu bekerja sedang berubah, sebagaimana dijelaskan dalam rujukan JKN berbasis kompetensi yang diuji coba di Makassar.
Identitas pasien dan tanggal kejadian tidak dipublikasikan dalam keterangan yang disampaikan rumah sakit. ***
Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.
