Ringkasan
- MTsN 5 Bulukumba menggelar edukasi pencegahan infeksi menular seksual, HIV/AIDS, dan perilaku berisiko bagi siswanya pada Selasa, 6 Oktober 2026.
- Kegiatan ini kolaborasi madrasah dengan BAZNAS Bulukumba, RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja, dan Komisi Penanggulangan AIDS kabupaten.
- Materi disampaikan konselor VCT rumah sakit dan Kepala Sekretariat KPA, mencakup gonore, sifilis, herpes genital, hepatitis B, dan HIV.
BULUKUMBA, Rubrik.co.id – MTsN 5 Bulukumba menggelar edukasi kesehatan remaja tentang pencegahan infeksi menular seksual, HIV/AIDS, dan perilaku seksual berisiko pada Selasa, 6 Oktober 2026. Kegiatan itu melibatkan empat lembaga sekaligus.
Madrasah tersebut menggandeng BAZNAS Kabupaten Bulukumba, RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja, dan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Bulukumba.
Empat Lembaga dalam Satu Kegiatan
Kegiatan diawali arahan Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bulukumba, Bustang Kadir.
“Kami di BAZNAS tidak hanya fokus pada pendistribusian zakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan moral untuk memastikan para pelajar mendapatkan edukasi dan perlindungan dari berbagai persoalan sosial maupun kesehatan sejak dini,” katanya, sebagaimana dilaporkan Radar Selatan.
Komposisi itu menempatkan lembaga zakat, rumah sakit rujukan, dan komisi penanggulangan AIDS pada satu meja untuk sasaran yang sama.
Penyakit yang Dibahas
Materi disampaikan Konselor VCT RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja, Syamsul Aspa, bersama Kepala Sekretariat KPA Kabupaten Bulukumba, Harni Ekayanti Ishak.
Syamsul menjelaskan infeksi menular seksual dapat disebabkan bakteri, virus, maupun parasit. Penyakit yang dibahas meliputi gonore, sifilis, herpes genital, hepatitis B, dan HIV.
Siswa juga diberi pemahaman mengenai gejala yang perlu diwaspadai serta pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Bukan Hanya soal Perilaku Seksual
Edukasi itu turut membahas pencegahan perilaku berisiko lain, termasuk penyalahgunaan narkotika dan penggunaan jarum suntik secara bersama.
Dua hal terakhir kerap luput dari pembicaraan tentang HIV di sekolah, padahal keduanya jalur penularan yang berdiri sendiri.
Siswa didorong membangun pergaulan yang sehat dan bertanggung jawab.
Layanan Kesehatan yang Menopangnya
Keberadaan konselor VCT di rumah sakit daerah menjadi titik layanan bagi warga yang ingin memeriksakan diri. Rujukan tertinggi di kabupaten ini adalah RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja, yang pekan ini juga menjalankan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji 2027.
Fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rujukannya dirangkum dalam daftar puskesmas dan rumah sakit Bulukumba.
Mekanisme rujukannya sendiri sedang berubah di tingkat provinsi, sebagaimana dijelaskan dalam rujukan JKN berbasis kompetensi.
VCT merupakan singkatan dari voluntary counselling and testing, yakni layanan konseling dan tes HIV yang dilakukan secara sukarela dan dijaga kerahasiaannya.
Keberadaan konselornya di rumah sakit daerah berarti pemeriksaan tidak perlu dicari sampai ke ibu kota provinsi.
Jumlah siswa yang mengikuti edukasi dan rencana kelanjutannya di madrasah lain belum disampaikan penyelenggara hingga berita ini diterbitkan. ***
Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.
