BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Pemerintah Desa Tana Toa (ditulis Tanah Towa dalam rilis desa), Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menggelar sosialisasi dan pelatihan promosi kesehatan program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Pamsimas 2026 di desa tersebut pada Senin, 21 September 2026. Kegiatan itu menyasar pemahaman warga soal pola hidup bersih dan sehat, pemanfaatan sarana air minum yang higienis, serta pengelolaan sanitasi lingkungan.
Kepala Desa Tana Toa Zulkarnain menyatakan pemerintah desa mendukung keberlanjutan program tersebut. “Kegiatan sosialisasi dan pelatihan promosi kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Tanah Towa akan pentingnya menjaga kebersihan air minum dan sanitasi lingkungan,” katanya, seperti dimuat Radar Selatan.
Zulkarnain menambahkan harapannya agar sarana yang dibangun benar-benar dikelola warga. “Kami berharap seluruh sarana Pamsimas yang dibangun dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik oleh warga, sehingga manfaat akses air bersih ini dirasakan secara berkelanjutan demi kesehatan bersama,” ujarnya.
Digelar di Tengah Kemarau Panjang
Kegiatan berlangsung ketika Kabupaten Bulukumba menghadapi kekeringan yang meluas. Rubrik.co.id sebelumnya melaporkan 1.564 jiwa di enam kecamatan mendapat distribusi air bersih akibat sumur warga mengering. Di kecamatan lain, Pemerintah Kabupaten Bulukumba menempuh jalur berbeda dengan pembangunan sumur bor untuk sawah dan penyaluran air ke Dannuang.

Pamsimas merupakan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang dibiayai pemerintah pusat, dengan pengelolaan sarana diserahkan kepada kelompok warga desa setelah pembangunan selesai. Karena itu pelatihan promosi kesehatan menjadi bagian yang dijalankan bersamaan dengan pembangunan fisiknya.
Kajang, Kecamatan dengan Pertumbuhan Penduduk Tercepat
Kajang mencatat 54.731 penduduk pada 2025 dan luas 130,79 kilometer persegi, menurut Badan Pusat Statistik dalam Kabupaten Bulukumba Dalam Angka 2026. Kecamatan ini menampung 17 desa dan 2 kelurahan dengan ibu kota di Kassi.
Angka yang membuat kebutuhan air bersih di Kajang menonjol adalah laju pertumbuhan penduduknya. BPS mencatat penduduk Kajang tumbuh 2,62 persen per tahun sepanjang 2020 sampai 2025, tercepat di antara 10 kecamatan di Bulukumba dan di atas laju kabupaten yang 2,00 persen per tahun.
Desa Tana Toa sendiri merupakan pusat kawasan adat Ammatoa, komunitas yang menjalankan aturan adat Pasang ri Kajang dan membatasi penggunaan teknologi modern di dalam kawasan intinya. Rubrik.co.id telah menerbitkan penjelasan mengenai kawasan adat Ammatoa Kajang beserta wilayah dan aturan yang berlaku di sana.
Persoalan layanan dasar di Kajang tidak hanya menyangkut air. Pada Senin, 21 September 2026, Rubrik.co.id melaporkan sepasang lanjut usia di Kajang yang menyatakan tidak pernah menerima bantuan sosial.
