BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Festival Pinisi adalah perayaan budaya maritim tahunan yang digelar Pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk menghormati tradisi pembuatan perahu pinisi. Edisi XVI berlangsung pada 15 sampai 17 Oktober 2026 di Pantai Merpati, Kecamatan Ujung Bulu.
Festival ini berdurasi tiga hari dan memadukan ritual adat, pertunjukan seni, pameran, serta kegiatan wisata bahari.
Kapan Festival Ini Dimulai
Festival Pinisi sudah berjalan lebih dari satu dekade. Laporan The Jakarta Post pada 2017 menyebut penyelenggaraan tahun itu sebagai edisi kedelapan.
Dihitung mundur, edisi pertama berarti jatuh sekitar 2010.
Satu hal yang perlu dicatat: kalau festival berjalan tanpa putus sejak 2010, edisi 2026 semestinya jauh lebih tinggi dari angka XVI. Penomoran yang berhenti di enam belas menunjukkan ada tahun-tahun yang terlewat, dan Rubrik.co.id belum menemukan keterangan resmi tentang tahun mana saja yang dimaksud.
Apa Saja Isinya
Menurut laman resmi Indonesia.travel, rangkaian festival mencakup upacara pembukaan, pelayaran pinisi, lomba memancing, pameran pinisi, pertunjukan tari tradisional, festival kuliner khas Bulukumba, dan jambore fotografi.
Bagian yang paling khas adalah ritual adatnya. Di antaranya songka bala ribantilang, ammosi dan anjorong lopi yang menandai peluncuran perahu baru, serta ritual palenteng ere dan andingingi.
Ritual-ritual itu bukan pertunjukan yang disusun untuk festival, melainkan tahapan yang memang dijalankan pembuat perahu.
Di Mana Pinisi Dibuat
Festival berlangsung di pusat kota, tetapi pembuatan perahunya berlangsung di pesisir timur kabupaten.
Pusat pembuatan pinisi berada di kawasan Tana Beru, Kecamatan Bonto Bahari, tempat perahu kayu masih dikerjakan di pinggir pantai tanpa galangan tertutup.
Profil kecamatan itu dirangkum dalam Kecamatan Bonto Bahari, yang juga menaungi kawasan wisata Tanjung Bira.
Pengetahuan pembuatan pinisi sudah tercatat sebagai warisan budaya takbenda, dan identitas itulah yang dirayakan festival.
Lokasi dan Akses
Pantai Merpati berada di dalam kota Bulukumba, sehingga berbeda dari kawasan wisata pantai di pesisir timur yang berjarak lebih jauh.
Pengunjung dari luar kabupaten dapat masuk lewat jalur darat melalui Terminal Bulukumba, sementara pusat perdagangan terdekat berada di sekitar Pasar Sentral Bulukumba.
Tujuan wisata lain di kabupaten ini dirangkum dalam objek wisata Bulukumba.
Menjelang edisi 2026, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bulukumba meninjau langsung kesiapan lokasi di Pantai Merpati pada 5 Oktober 2026.
Pinisi sendiri adalah jenis perahu layar kayu bertiang dua, dan pengetahuan pembuatannya diwariskan turun-temurun tanpa gambar teknik, mengandalkan ukuran yang dipegang punggawa pembuat perahu.
Festival ini menempatkan pengetahuan itu sebagai isi acara, bukan hanya perahunya sebagai pajangan.
Susunan acara lengkap Festival Pinisi XVI, termasuk jadwal tiap mata acara dan daftar pengisinya, belum diumumkan panitia hingga tulisan ini diterbitkan. ***
Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.
