Daerah  

Kampung Nelayan Merah Putih di Bentenge

Redaksi Rubrik
Puluhan perahu nelayan kayu berwarna-warni berlabuh berjajar di perairan dangkal dekat bibir pantai, dengan teks judul "Perahu Nelayan" dan label Rubrik.co.id - Lingkungan di bagian atas gambar
Ilustrasi perahu nelayan yang berlabuh dekat bibir pantai, diambil di Desa Kradenan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, bukan di Bulukumba. Foto: Fido Cahya / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0, diberi teks judul oleh Rubrik.co.id

Ringkasan

  • Lokasinya sengaja dipilih menempel pada dua fasilitas perikanan yang sudah lebih dulu berdiri di kawasan pesisir kota.
  • Sebagian besar dana tiap lokasi dipakai membangun fisik, sedangkan sisanya untuk keperluan lain di luar bangunan itu.
  • Yang dijanjikan menyentuh tahap sesudah ikan sampai di darat, bukan menambah peralatan untuk melaut lebih jauh lagi.

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Jawaban langsung: Kampung Nelayan Merah Putih di Bulukumba dibangun di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, berdekatan dengan kolam labuh dan Tempat Pelelangan Ikan. Proyeknya dibiayai APBN 2025 dengan alokasi sekitar Rp20 miliar per lokasi, dikerjakan bersamaan dengan tujuh titik lain di Sulawesi Selatan. Artikel ini memuat lokasinya, anggarannya, dan fasilitas yang dijanjikan.

Lokasi dan Alasan Pemilihannya

Pembangunannya berada di dekat kolam labuh dan kawasan Tempat Pelelangan Ikan Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu.

Pemilihan titik itu bukan kebetulan. Kolam labuh di kawasan tersebut dibangun lebih dulu dengan anggaran disebut lebih dari Rp17 miliar, sebagaimana dinyatakan Dinas Perikanan saat penyerahan bantuan rumpon pada 2023.

Dengan begitu kampung nelayannya menempel pada fasilitas yang sudah ada, bukan berdiri di lahan kosong.

Anggaran dan Pelaksananya

Program ini bagian dari program nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dibiayai APBN tahun 2025.

Kepala Dinas Perikanan Bulukumba, Kusnadi Kamal, menyebut pembangunan dimulai awal Oktober 2025 dan ditargetkan selesai Desember 2025.

Pekerjaannya dipegang PT Adhi Karya, bersamaan dengan tujuh titik kampung nelayan lain di Sulawesi Selatan. Tiap titik mendapat alokasi sekitar Rp20 miliar, dan sekitar Rp12 miliar di antaranya untuk pembangunan infrastruktur.

Bentenge Masuk 65 Lokasi Tahap Pertama

Bentenge bukan satu-satunya. Kelurahan itu termasuk dalam 65 lokasi tahap pertama yang ditetapkan pemerintah pusat.

Gambaran fasilitasnya bisa dilihat dari lokasi yang sudah beroperasi di Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, yang diresmikan pada September 2026.

Fasilitas yang Menyasar Setelah Ikan Mendarat

Di lokasi Sinjai itu, dua menteri meninjau unit pengolahan hasil perikanan, gudang beku, dan pabrik es.

Ketiganya menyasar mata rantai sesudah ikan didaratkan, bukan menambah alat tangkap. Itu membedakannya dari bantuan rumpon maupun apartemen ikan, yang menyasar sisi penangkapan dan ekosistemnya.

Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih disebut akan menyerap hasil tangkapan nelayan untuk dipasarkan lewat jaringan koperasi.

Keluhan yang Disampaikan Nelayan

Dalam dialog di Sinjai, keluhan utama nelayan bukan soal bangunan, melainkan ketersediaan bahan bakar minyak, khususnya solar untuk melaut.

Rantai dingin juga disebut sebagai kendala. Keduanya menunjukkan fasilitas fisik saja belum tentu menjawab persoalan harian nelayan.

Yang Belum Diberitakan

Tiga hal belum tersedia dalam pemberitaan yang bisa dirujuk. Pertama, apakah pembangunan di Bentenge benar-benar selesai sesuai target Desember 2025.

Kedua, fasilitas apa saja yang akhirnya berdiri di Bentenge, karena daftar fasilitas di atas berasal dari lokasi Sinjai. Ketiga, berapa nelayan Bulukumba yang menjadi sasaran penerima manfaatnya. ***

Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.