BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Konjo adalah bahasa daerah yang dituturkan warga Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dan oleh Badan Bahasa diperlakukan sebagai bahasa tersendiri, bukan dialek bahasa Makassar. Per September 2026, keterangan resmi Badan Bahasa menyebut bahasa ini memiliki tiga dialek, yakni Bira, Ara, dan Kajang.
Dasar keterangan itu adalah laman Bahasa Konjo di Peta Bahasa Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang dibaca Rubrik.co.id pada 23 September 2026. Isi yang sama dimuat di laman Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra milik badan yang sama.

Di Mana Bahasa Konjo Dituturkan di Bulukumba?
Badan Bahasa menyebut tiga titik tutur secara eksplisit: Desa Bira dan Desa Ara di Kecamatan Bonto Bahari, serta Desa Possi Tanah di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Ketiganya berada di bagian timur dan tenggara kabupaten.
Perlu ditegaskan apa yang tidak dikatakan sumber itu. Badan Bahasa tidak menerbitkan angka jumlah penutur Konjo, tidak menyebut daftar lengkap desa penutur di sepuluh kecamatan Bulukumba, dan tidak menyatakan bahasa ini hanya ada di Bulukumba. Tiga titik di atas adalah titik pengambilan data pemetaan, bukan batas wilayah tutur. Karena itu Rubrik.co.id tidak menuliskan angka penutur yang beredar di pelbagai laman lain selama angka tersebut tidak bisa ditelusuri ke terbitan resmi.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba memuat keterangan serupa di laman Bahasa Daerah di Kab. Bulukumba, dengan menyebut Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan sebagai sumbernya. Laman itu juga mencatat bahasa Bugis dan bahasa Makassar sebagai bahasa daerah lain di Sulawesi Selatan.
Apa Bedanya Bahasa Konjo dengan Bahasa Makassar?
Badan Bahasa memakai metode dialektometri berbasis kosakata dasar universal atau daftar Swadesh. Hasil hitungannya, bukan kesan pendengar, yang menentukan apakah sebuah isolek berstatus bahasa, dialek, atau subdialek.
| Ukuran | Angka | Sumber |
|---|---|---|
| Perbedaan Konjo terhadap bahasa-bahasa lain di Sulawesi Selatan | 81 sampai 100 persen, sehingga berstatus bahasa tersendiri | Peta Bahasa Badan Bahasa, dibaca 23 September 2026 |
| Perbedaan Konjo terhadap bahasa Makassar | 88 persen | Peta Bahasa Badan Bahasa, dibaca 23 September 2026 |
| Perbedaan antardialek Bira, Ara, dan Kajang | 61 sampai 67 persen | Peta Bahasa Badan Bahasa, dibaca 23 September 2026 |
| Dasar angka 88 persen | Data Pemetaan Bahasa tahun 2019, metode dialektometri berbasis kosakata Swadesh | Badan Bahasa, 22 Oktober 2025 |
| Titik tutur yang disebut | Desa Bira, Desa Ara (Bonto Bahari), Desa Possi Tanah (Kajang) | Peta Bahasa Badan Bahasa, dibaca 23 September 2026 |
Sumber: petabahasa.kemendikdasmen.go.id dan labbineka.kemendikdasmen.go.id, laman Bahasa Konjo, dibaca 23 September 2026; siaran Badan Bahasa tentang diseminasi di Bulukumba, 22 Oktober 2025. Angka 61 sampai 67 persen adalah jarak antardialek, bukan tingkat kemiripan.
Keterangan tahun 2019 itu disampaikan kembali secara terbuka di Bulukumba. Dalam kegiatan diseminasi Badan Bahasa di Hotel Agri pada Rabu, 22 Oktober 2025, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Dora Amalia menjawab pertanyaan peserta soal bahasa Konjo dengan menyebut angka perbedaan 88 persen terhadap bahasa Makassar, menurut siaran resmi Badan Bahasa. Dalam kesempatan yang sama ia menegaskan bahwa pemetaan bahasa adalah peta persebaran, bukan peta asal bahasa.
Dialek Kajang dan Wilayah Adat Ammatoa
Salah satu dari tiga dialek Konjo bernama sama dengan kecamatan tempat kawasan adat Ammatoa berada. Kaitannya bukan kebetulan: Desa Possi Tanah yang disebut Badan Bahasa berada di Kecamatan Kajang, kecamatan yang juga menaungi Desa Tana Toa, pusat kawasan adat. Rubrik.co.id memuat penjelasan terpisah tentang Ammatoa dan kawasan adat Kajang beserta dasar hukum pengakuannya.
Dua dialek lain, Bira dan Ara, bernama sama dengan dua desa di Kecamatan Bonto Bahari. Keduanya lekat dengan tradisi perahu dan berada satu kecamatan dengan Tana Beru, sebagaimana dicatat penjelasan pinisi dan Tana Beru. Rujukan lain yang berkaitan adalah sebaran wilayah administratif di daftar sepuluh kecamatan di Bulukumba dan latar julukan daerah pada hari jadi Kabupaten Bulukumba.
Bahasa Konjo juga terdengar dalam liputan di luar ruang kelas. Dalam laporan lapangan Mongabay pada Februari 2019 dari lokasi sengketa lahan di Kecamatan Kajang, pemimpin adat berbicara kepada warganya dalam bahasa Konjo Kajang dan kalimatnya perlu diterjemahkan bagi pewarta yang hadir.
