BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, tidak menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 24 September 2026, karena anggaran pembelanjaan dari pusat belum cair. Tiga di antaranya berada di Kecamatan Gantarang, sedangkan tiga lainnya masing-masing satu di Kecamatan Bontotiro, Kecamatan Kajang, dan Kecamatan Herlang.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Bulukumba, Wahyu Saputra, membenarkan penghentian sementara itu saat dikonfirmasi Radar Selatan. “Per hari ini ada enam SPPG yang tidak menyalurkan,” katanya pada Kamis, 24 September 2026.
Sebaran Enam Dapur yang Berhenti
Kecamatan Gantarang menanggung porsi terbesar dengan tiga SPPG. Kecamatan itu merupakan wilayah berpenduduk terbanyak di Bulukumba dan membawahi 18 desa serta 3 kelurahan, seperti dirangkum dalam profil Kecamatan Gantarang. Tiga kecamatan lain yang terdampak berada di sisi timur kabupaten, termasuk Kecamatan Kajang yang memiliki 17 desa dan 2 kelurahan.
Penyebabnya tunggal menurut keterangan Wahyu, yakni anggaran pembelanjaan yang belum cair. “Karena terkendala anggaran pembelanjaan yang belum cair,” ujarnya. Ia menjelaskan mitra pengelola SPPG belum diberi kewenangan memakai dana pribadi sebagai talangan operasional, sehingga penyediaan dan penyaluran porsi tidak bisa dipaksakan berjalan.

Koordinasi Berjenjang sampai Kedeputian
Wahyu menyatakan pihaknya menempuh koordinasi bertingkat untuk memulihkan penyaluran. “Koordinasi dilakukan secara berjenjang, dari kabupaten ke provinsi, kemudian ke kedeputian,” katanya. Jalur itu berarti keputusan pencairan tidak berada di tangan pengelola dapur maupun pemerintah kabupaten, melainkan di tingkat pusat.
Radar Selatan sejauh ini menjadi satu-satunya media yang memuat keterangan Koordinator Wilayah BGN Bulukumba tersebut. Jumlah penerima manfaat di enam SPPG yang berhenti, lama penghentian, maupun rencana penggantian porsi tidak disebutkan dalam keterangan itu.
Bukan Dapur Pertama di Bulukumba
Program MBG di Bulukumba berjalan sejak akhir 2025. Rubrik.co.id sebelumnya memberitakan simulasi operasional SPPG di Polres Bulukumba pada 14 Desember 2025, salah satu dapur awal yang disiapkan di kabupaten ini. Pada Januari 2026, Rubrik.co.id juga memuat permintaan BGN agar SPPG tidak memaksa sekolah menerima MBG.
Bulukumba memiliki sepuluh kecamatan dengan sebaran sekolah yang tidak merata, sebagaimana tercatat dalam daftar 10 kecamatan di Bulukumba. Empat kecamatan yang terdampak penghentian penyaluran pada 24 September 2026 mencakup wilayah pesisir timur dan dataran barat kabupaten sekaligus. Kecamatan Herlang, salah satu wilayah terdampak, membawahi 6 desa dan 2 kelurahan di pesisir timur kabupaten. Keterangan Koordinator Wilayah BGN Bulukumba tidak menyebut apakah penghentian berlanjut pada hari-hari sesudahnya.
