BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bulukumba meninjau langsung Pantai Merpati, Kecamatan Ujung Bulu, pada Senin, 5 Oktober 2026, untuk memastikan kesiapan lokasi Festival Pinisi XVI. Festival itu dijadwalkan berlangsung pada 15 sampai 17 Oktober 2026.
Peninjauan dipimpin Kepala Disparpora Bulukumba, Hamrina Andi Muri, bersama jajaran pejabat struktural dinas tersebut.
Yang Diperiksa di Lokasi
Survei difokuskan pada kesiapan infrastruktur lokasi, penataan area kegiatan, dan teknis pelaksanaan acara.
“Survei lokasi ini bertujuan untuk memastikan seluruh persiapan teknis dan fasilitas pendukung di Pantai Merpati benar-benar matang sebelum pembukaan Festival Pinisi XVI,” kata Hamrina, sebagaimana dilaporkan Radar Selatan.
Pantai Merpati akan menjadi pusat interaksi budaya dan pertunjukan selama festival berlangsung.
Festival sebagai Penggerak Ekonomi
Hamrina menempatkan festival ini bukan sekadar perayaan budaya, melainkan penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
“Warisan budaya Pinisi adalah kebanggaan dan identitas kita bersama. Melalui festival ini, kami ingin menjadikan budaya maritim Bulukumba sebagai energi utama untuk menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Perahu pinisi sendiri merupakan warisan budaya takbenda, dan pusat pembuatannya berada di kawasan Tana Beru, Kecamatan Bonto Bahari.
Agenda di Tengah Musim Kemarau
Festival digelar saat kabupaten ini masih menghadapi kemarau panjang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebelumnya menyatakan krisis air bersih menjangkau tujuh kecamatan.
Ketersediaan air bersih di lokasi acara menjadi salah satu hal yang lazim diperhitungkan panitia pada perhelatan terbuka berskala besar.
BMKG juga sempat memasukkan Bulukumba ke kategori Waspada udara panas pada awal Oktober. Prakiraan cuaca untuk kabupaten ini disusun dari Makassar, bukan dari kantor setempat, sebagaimana dijelaskan dalam catatan tentang keberadaan BMKG di Bulukumba.
Satu dari Sejumlah Tujuan Wisata
Pantai Merpati berada di dalam kota dan berbeda karakter dari kawasan wisata pantai di pesisir timur kabupaten.
Daftar tujuan wisata lainnya dirangkum dalam objek wisata Bulukumba, mulai dari pantai berpasir putih sampai kawasan adat.
Salah satu di antaranya, Pantai Apparalang, sempat menjadi perhatian karena persoalan status pengelolaannya.
Posisi Pantai Merpati di pusat kota membuat lokasi itu mudah dijangkau pengunjung yang datang lewat jalur darat, termasuk dari Terminal Bulukumba.
Penyelenggaraan pada pertengahan Oktober menempatkan festival ini berdekatan dengan sejumlah agenda daerah lain yang juga berlangsung bulan tersebut.
Peninjauan lapangan sebelum acara besar lazim dipakai untuk memastikan arus pengunjung, titik parkir, dan jalur evakuasi sudah terpetakan, bukan sekadar meninjau panggung.
Festival Pinisi berdurasi tiga hari dan memadukan ritual adat, pertunjukan seni, pameran, serta kegiatan bahari dalam satu rangkaian.
Susunan acara lengkap, daftar pengisi, dan rincian lokasi tiap mata acara Festival Pinisi XVI belum diumumkan Disparpora hingga berita ini diterbitkan. ***
Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.
