Daerah  

Irigasi Bulukumba: Kerusakan dan Rehabilitasinya

Redaksi Rubrik
Beberapa orang memikul lempengan beton panjang untuk memperbaiki saluran irigasi di tepi jalan, dengan hamparan sawah muda tergenang air di sebelah kanannya, dan teks judul "Memperbaiki Saluran Irigasi" serta label Rubrik.co.id - Lingkungan di bagian atas gambar
Ilustrasi perbaikan saluran irigasi sawah, diambil di Karangtanjung, Kebumen, Jawa Tengah, bukan di Bulukumba. Foto: DARMAS BS 9 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0, diberi teks judul oleh Rubrik.co.id

Ringkasan

  • Pemicu kerusakannya hampir selalu sama, yaitu air bah yang datang pada musim hujan dan menghantam bangunan salurannya.
  • Sebagian bangunan yang jebol dibuat belasan tahun silam lewat program lama yang kini sudah tidak berjalan lagi.
  • Perbaikan awal sering datang dari warga dan aparat desa, jauh sebelum anggaran pemerintah turun ke lokasi.

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Jawaban langsung: Jaringan irigasi di Kabupaten Bulukumba berulang kali rusak akibat banjir, dan perbaikan pertamanya kerap dikerjakan warga sendiri. Pada 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjalankan rehabilitasi 39 daerah irigasi seluas sekitar 54.000 hektare di 16 kabupaten, dan Bulukumba termasuk sasarannya. Artikel ini memuat kerusakan yang tercatat serta program yang sedang berjalan.

Mengapa Irigasi Penting di Sini

Padi adalah komoditas pangan terbesar Bulukumba. Angka resminya dimuat terpisah dalam catatan produksi padi dan perkebunan.

Kecamatan Gantarang menjadi penghasil padi terbesar, disusul Ujung Loe dan Rilau Ale. Ketiganya pula yang kerusakan irigasinya paling sering diberitakan.

Irigasi Induk di Dusun Jokka

Pada 2 Juli 2025, volume air yang tinggi membuat irigasi induk di Dusun Jokka, Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, jebol.

Bangunan itu milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Airnya meluap ke sawah dan kebun warga, sementara pasokan ke persawahan dua desa, Bontonyeleng dan Palambarae, justru terancam berkurang.

Seorang petani Palambarae menyebut kedua desa dipastikan kekurangan air bila induknya jebol. Petani lain mengakui stok air saat itu masih cukup karena musim hujan, tetapi ratusan hektare tanaman padi terancam pada musim berikutnya.

Pintu air di kecamatan yang sama juga punya persoalan sendiri berupa endapan, yang dimuat terpisah dalam catatan Bendungan Induk Bontonyeleng.

Saluran Program Lama di Rilau Ale

Dua pekan sebelumnya, banjir bandang pada 12 Juni 2025 merobohkan saluran irigasi di Desa Tanah Harapan, Kecamatan Rilau Ale, sepanjang sekitar 10 meter.

Kepala Desa Tanah Harapan, Arifin Para, menyebut bangunan itu berasal dari program PNPM tahun anggaran 2009. Sekitar 40 hektare sawah yang diairi saluran itu terancam gagal panen.

Usia bangunan menjelaskan sebagian persoalannya. Jaringan yang dibangun lewat program yang sudah berakhir tidak otomatis punya pemilik anggaran perawatan.

Perbaikan yang Dimulai Warga

Penanganan pertama sering tidak menunggu pemerintah. Pada 9 Juli 2025, Bhabinkamtibmas Desa Bontoraja dan Padang, Aiptu Jusman, bergotong royong bersama warga memperbaiki hulu irigasi seusai banjir.

Selain tertimbun material, sebagian pondasinya dilaporkan rusak. Tanpa perbaikan cepat, sawah di dua desa itu terancam tidak mendapat pasokan air yang cukup.

Rehabilitasi 39 Daerah Irigasi

Penanganan berskala besar baru berjalan pada 2026. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merehabilitasi 39 daerah irigasi yang melayani sekitar 54.000 hektare sawah di 16 kabupaten, Bulukumba salah satunya.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyebut sebagian jaringan yang ada tinggal berfungsi sekitar 50 persen akibat kerusakan bendung dan penyumbatan saluran.

Program lanjutannya disebut kembali pada Oktober 2026, dan masuk dalam paket pekerjaan jalan serta pengairan provinsi.

Yang Belum Terjawab

Dua hal belum tersedia dalam pemberitaan yang bisa dirujuk. Pertama, berapa daerah irigasi di Bulukumba yang masuk dalam 39 lokasi itu dan di kecamatan mana saja.

Kedua, berapa panjang jaringan irigasi kabupaten seluruhnya dan berapa persen yang berstatus rusak. Tanpa dua angka itu, kerusakan di atas hanya bisa dibaca satu per satu, bukan sebagai gambaran utuh. ***

Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.