Daerah  

Bibit Padi Bantuan dan Penyakit Blas di Bulukumba

Redaksi Rubrik
Hamparan padi yang bulirnya sudah menguning dan merunduk siap panen, berlatar barisan perbukitan hijau dan langit biru, dengan teks judul "Padi Menjelang Panen" dan label Rubrik.co.id - Lingkungan di bagian atas gambar
Ilustrasi padi yang bulirnya sudah menguning dan siap dipanen, diambil di wilayah Gorontalo, Sulawesi, bukan di Bulukumba. Foto: MarwanMHD / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0, diberi teks judul oleh Rubrik.co.id

Ringkasan

  • Kerusakannya baru muncul ketika bulirnya sudah keluar, jadi seluruh biaya tanam sudah terpakai saat kerusakannya ketahuan.
  • Penyebabnya sejenis jamur, dan dinas pertanian menyebut pemupukan yang tidak berimbang sebagai salah satu pemicu kemunculannya di lapangan.
  • Petani satu desa akhirnya meminta jenis benih bantuannya diganti dengan jenis lain pada musim tanam berikutnya.

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Jawaban langsung: Tanaman padi dari benih bantuan pemerintah di Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, rusak diserang penyakit blas pada Agustus 2025 menjelang panen. Dinas Pertanian menyebut salah satu pemicunya pemupukan yang tidak berimbang. Sebulan kemudian petani meminta benih jenis Ampari 32 diganti Mekongga. Artikel ini memuat urutannya dan penjelasan penyakitnya.

Rusak Saat Sudah Berbuah

Pada Agustus 2025, tanaman padi petani di Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, rusak diserang hama menjelang panen.

Seorang petani menyebut tanamannya sudah berbuah ketika bulirnya tiba-tiba rusak, padahal benihnya berasal dari bantuan pemerintah.

Waktu kejadiannya yang membuat kerugiannya besar. Biaya tanam, pupuk, dan perawatan sudah terpakai seluruhnya ketika kerusakannya baru terlihat.

Penyakit Blas dan Penyebabnya

Sehari kemudian tim Dinas Pertanian turun ke lahan. Analis Pasar Hasil Pertanian dinas tersebut menyebut tanaman padi di desa itu terkena penyakit blas.

Blas disebabkan jamur Pyricularia grisea. Jamur ini dapat menginfeksi pada semua fase pertumbuhan padi, dari fase pembibitan sampai fase generatif.

Cirinya bercak cokelat pada bagian tanaman yang terserang. Karena bisa menyerang sejak pembibitan, pengamatannya tidak cukup dilakukan menjelang panen saja.

Tanggapan Dinas Pertanian

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Bulukumba menyatakan pihaknya akan melakukan monitoring dan pendampingan.

Menurut keterangannya, secara keseluruhan pertumbuhan padi bantuan masih baik, dan hasil panen berbeda-beda tergantung perawatan serta penerapan teknologi oleh petani.

Satu penyebab yang disebut secara khusus: penggunaan pupuk yang tidak berimbang. Soal akses pupuk sendiri dimuat terpisah dalam catatan pupuk bersubsidi Bulukumba.

Permintaan Mengganti Jenis Benih

Sebulan kemudian, pada September 2025, petani di desa yang sama meminta benih bantuan jenis Ampari 32 diganti Mekongga pada musim tanam berikutnya.

Permintaan itu disampaikan Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air desa setempat bersama salah seorang ketua kelompok tani.

Yang disampaikan bukan penolakan. Kalimat yang dipakai: bukan menolak Ampari 32, tetapi kalau bisa diganti jenis lain seperti Mekongga.

Kenapa Pilihan Jenis Benih Penting

Benih bantuan dibagikan dalam jumlah besar pada satu wilayah sekaligus, sehingga satu jenis bisa menutupi banyak petak sawah pada musim yang sama.

Bila jenis itu ternyata rentan terhadap penyakit tertentu di lingkungan setempat, kerugiannya ikut serempak. Itu yang membedakannya dari benih yang dibeli petani sendiri dengan jenis beragam.

Padi sendiri komoditas pangan terbesar kabupaten, dengan angka produksi yang dimuat dalam catatan produksi padi dan perkebunan.

Yang Belum Terjawab

Tiga hal tidak ada dalam pemberitaan yang bisa dirujuk. Pertama, berapa luas sawah yang terserang blas pada 2025 dan berapa yang benar-benar gagal panen.

Kedua, apakah permintaan mengganti jenis benih itu dipenuhi pada musim tanam berikutnya. Ketiga, hasil monitoring dan pendampingan yang dijanjikan dinas.

Tanpa ketiganya, urutan di atas tercatat sebagai keluhan yang ditanggapi, bukan sebagai persoalan yang selesai. ***

Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.