Daerah  

PMK pada Sapi di Bulukumba dan Penanganannya

Redaksi Rubrik
Belasan ekor sapi berdiri dan berbaring di dalam kandang berpagar kayu di tanah berpasir dengan garis laut biru di kejauhan, dengan teks judul "Peternakan Sapi" dan label Rubrik.co.id - Lingkungan di bagian atas gambar
Ilustrasi peternakan sapi, diambil di Kampung Merak, Baluran, Situbondo, Jawa Timur, bukan di Bulukumba. Sapi dalam foto ini tidak berkaitan dengan wabah yang dibahas. Foto: Arief1802 / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0, diberi teks judul oleh Rubrik.co.id

Ringkasan

  • Tanda pertama yang disadari pemilik ternak berupa mulut yang basah terus dan hewan yang enggan makan.
  • Vaksinasi dipercepat lewat surat edaran, dengan dokter hewan dan aparat desa turun bersama ke kandang warga sendiri.
  • Kekhawatirannya memuncak menjelang hari raya kurban, yaitu saat permintaan hewan ternak paling tinggi sepanjang tahun berjalan.

BULUKUMBA, Rubrik.co.id – Jawaban langsung: Penyakit Mulut dan Kuku menyerang ternak sapi di Kabupaten Bulukumba pada 2025, terutama di Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang. Gejala yang dilaporkan peternak berupa air liur yang terus keluar dan hewan malas makan. Dinas menanggapi dengan percepatan vaksinasi. Artikel ini memuat urutan kejadiannya, gejalanya, dan penanganannya.

Gejala yang Pertama Disadari

Pada 23 April 2025, peternak di Dusun Paobencenge, Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, resah karena sapi mereka diduga terjangkit PMK.

Seorang pemilik ternak menyebut dua gejala yang dilihatnya: air liur terus keluar dari mulut sapi, dan hewannya malas makan.

Yang dikhawatirkan bukan satu ekor. Menurut keterangannya, bukan hanya sapi miliknya yang sakit, melainkan juga sapi milik tetangganya.

Vaksinasi Dipercepat

Tiga hari kemudian, puluhan sapi di desa itu dinyatakan terindikasi PMK.

Dinas pertanian dan peternakan kabupaten menurunkan beberapa tim, termasuk dokter hewan, bekerja sama dengan pemerintah desa untuk memvaksinasi ternak warga pada 25 April 2025.

Dalam keterangannya, dinas menyebut sudah dikeluarkan surat edaran untuk percepatan vaksinasi PMK dan petugas berkeliling ke lapangan.

Bertepatan dengan Musim Kurban

Dua pekan berikutnya kekhawatirannya belum reda. Pada 10 Mei 2025, PMK disebut masih menghantui peternak menjelang Iduladha yang jatuh pada Juni.

Kepala Desa Bontonyeleng membenarkan sejumlah ternak di wilayahnya terindikasi terkena penyakit tersebut.

Waktunya yang membuat persoalannya berlipat. Permintaan hewan paling tinggi justru pada periode itu, sehingga lalu lintas ternak antarwilayah ikut meningkat.

Vaksinasi Bukan Hal Baru

Penanganan serupa sudah berjalan jauh sebelumnya. Pada Maret 2023, Babinsa Koramil Bonto Tiro mendampingi penyuntikan vaksin PMK di Desa Caramming, Kecamatan Bonto Tiro.

Selain vaksin, ternak juga diberi vitamin untuk daya tahan tubuh. Pendampingan dilakukan di dua dusun, dan disertai sosialisasi kepada warga.

Artinya PMK sudah menjadi perhatian di kabupaten ini setidaknya sejak 2023, bukan persoalan yang muncul tiba-tiba pada 2025.

Kaitannya dengan Ternak yang Dilepas

Satu hal yang tidak dibahas dalam pemberitaan itu layak dicatat sebagai pertanyaan. Ternak yang dibiarkan berkeliaran bercampur dengan ternak lain di luar kandang.

Kebiasaan melepas ternak di Bulukumba dimuat terpisah dalam catatan ternak liar di kota Bulukumba.

Rubrik.co.id tidak menemukan keterangan dinas yang menghubungkan keduanya, jadi kaitan itu belum bisa dinyatakan, hanya bisa ditanyakan.

Yang Belum Tersedia

Tiga angka tidak ada dalam pemberitaan yang bisa dirujuk: jumlah ternak yang terjangkit, jumlah yang mati, dan cakupan vaksinasi di kabupaten ini.

Tanpa ketiganya, laporan di atas menunjukkan penyakitnya ada dan ditangani, tetapi tidak menunjukkan seberapa luas sebarannya. ***

Rangkuman berita Bulukumba sepekan terakhir, lengkap dengan tanggal dan tautannya, ada di Rangkuman Berita Bulukumba Pekan Ini.